Aktris Jennifer Lawrence saat menghadiri Festival Film San Sebastian (Sumber: sansebastianfestival.com)
JawaPos.com - Aktris peraih Oscar, Jennifer Lawrence, menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi di Gaza dan menyoroti krisis kebebasan berbicara di Amerika Serikat. Pernyataan itu Jennifer Lawrence sampaikan dalam konferensi pers di Festival Film San Sebastian, Spanyol, pada Sabtu (27/9).
Dalam sesi yang semula dijadwalkan untuk membahas film terbarunya Die, My Love, Lawrence menerima sejumlah pertanyaan dari jurnalis terkait konflik yang sedang berlangsung di Gaza dan dinamika politik dalam negeri AS. Meski moderator festival sempat mencoba menghentikan pertanyaan-pertanyaan bernuansa politik, para jurnalis tetap mendesak agar isu tersebut dibahas.
Dilansir dari kanal Youtube San Sebastian Film Festival, saat ditanya langsung mengenai Gaza, Jennifer menjawab dengan emosional.
“Saya takut. Ini mengerikan. Apa yang terjadi tidak kurang dari sebuah genosida dan itu benar-benar menyedihkan,” ujarnya.
Jennifer kemudian mengingatkan publik agar tetap fokus pada pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan dan penindasan, bukan pada seniman atau figur publik yang menyuarakan keprihatinan.
Pernyataan Jennifer ini diduga terkait dengan maraknya gerakan yang memberi dukungan terhadap Palestina. Salah satu gerakan yang mendapat perhatian luas adalah Film Workers for Palestine. Gerakan ini mengajak para pekerja film dan TV untuk memboikot institusi film yang terkait dengan genosida di Gaza. Gerakan ini telah diikuti oleh deretan nama besar di industri Hollywood, seperti Emma Stone, Mark Ruffalo, Javier Bardem, hingga Tilda Swinton.
Dalam kesempatan yang sama, Jennifer Lawrence juga mengkritik kondisi politik di AS, khususnya bagaimana kebohongan dalam politik menjadi hal yang kian dianggap biasa.
“Yang paling menyedihkan adalah kurangnya rasa hormat dalam diskursus politik Amerika saat ini, dan hal itu akan dinormalisasi oleh anak-anak. Bagi mereka, kebohongan dari politisi akan dianggap sesuatu yang lumrah,” ungkap Jennifer Lawrence.
Aktris pemeran film The Hunger Games ini juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai kebebasan berpendapat di Amerika Serikat. Lawrence bahkan menyebut, kebebasan berbicara dan berekspresi rakyat saat ini sedang diserang.
Oleh karena itu, Jennifer menekankan pentingnya seni, film, dan festival seperti San Sebastian sebagai ruang untuk saling memahami dan menunjukkan empati lintas budaya.
“Dunia sinema dan penyampaian pendapat secara artistik sangat penting. Festival seperti ini memungkinkan kita untuk belajar satu sama lain, menyadari bahwa kita semua terhubung dan berhak atas empati serta kebebasan,” ungkap Jennifer.
Keprihatinan Jennifer ini datang di tengah meningkatnya pembungkaman atas kebebasan berpendapat di Amerika Serikat. Dalam satu bulan terakhir saja, setidaknya ada dua peristiwa besar yang jadi sorotan dunia. Pertama penembakan aktivis konservatif AS Charlie Kirk, kedua penangguhan program TV populer Jimmy Kimmel Live!.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022