
HYBE buka suara soal dugaan penipuan IPO yang libatkan Bang Si Hyuk, dan berjanji akan kooperatif. (Instagram/@hitmanb72)
JawaPos.com - Perusahaan hiburan raksasa asal Korea Selatan, HYBE, akhirnya memecah kebisuannya di tengah kontroversi yang semakin berkembang terkait dugaan pelanggaran dalam proses penawaran umum perdana (IPO) mereka.
Melansir laman Allkpop, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (9/7), HYBE menegaskan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dengan otoritas hukum dan regulator keuangan yang tengah menyelidiki kasus yang menyeret nama pendiri sekaligus ketua mereka, Bang Si Hyuk.
Dalam pernyataannya, HYBE menyampaikan bahwa mereka meminta maaf karena menimbulkan kekhawatiran publik karena berita mengenai proses IPO yang melibatkan ketua HYBE, Bang Si Hyuk.
"Kami dengan tulus meminta maaf karena menimbulkan kekhawatiran karena berita terbaru mengenai proses IPO kami," ungkap HYBE dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut menjadi respons langsung atas meningkatnya perhatian publik dan tekanan media terhadap dugaan adanya manipulasi atau ketidaktransparanan dalam proses pencatatan saham perdana perusahaan tersebut.
Lebih lanjut, HYBE menyatakan bahwa mereka secara aktif memberikan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang tengah berlangsung.
“Kami secara aktif bekerja sama dengan regulator keuangan dan polisi dengan memberikan penjelasan terperinci dan materi yang relevan terkait dengan masalah tersebut,” tulis HYBE.
Mereka juga menambahkan bahwa meskipun proses hukum yang berjalan kemungkinan akan memakan waktu, perusahaan tetap berkomitmen untuk membuktikan bahwa seluruh proses IPO dilakukan dengan mematuhi seluruh ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku pada saat itu.
“Meskipun prosesnya mungkin memakan waktu, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengklarifikasi bahwa IPO dilakukan dengan sepenuhnya mematuhi hukum dan peraturan pada saat itu,”lanjut HYBE dalam pernyataan resmi tersebut.
Langkah ini diambil menyusul laporan media dan pernyataan dari otoritas keuangan Korea Selatan yang menyebut bahwa Bang Si Hyuk terlibat dalam kesepakatan bisnis yang diduga melanggar prinsip transparansi dan keadilan pasar modal.
Ia dituduh telah menyesatkan investor awal dengan menyatakan bahwa HYBE tidak memiliki rencana untuk melantai di bursa saham.
Namun pada kenyataannya, saat itu Bang Si Hyuk telah menandatangani kesepakatan dengan beberapa dana ekuitas swasta (PEF), yang akan memberinya bagian keuntungan besar apabila IPO terlaksana.
Menurut laporan, kesepakatan tersebut menghasilkan keuntungan pribadi bagi Bang Si Hyuk yang mencapai lebih dari 400 miliar won Korea Selatan, atau setara dengan sekitar Rp 4,7 triliun (dengan kurs Rp 11,84 per KRW).
Kasus ini kini berada di bawah pengawasan Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC), yang merupakan bagian dari Komisi Jasa Keuangan (FSC) Korea Selatan. SFC dijadwalkan akan menggelar pertemuan penting pada tanggal 16 Juli mendatang untuk mengevaluasi apakah kasus ini layak untuk diteruskan ke kejaksaan guna penuntutan lebih lanjut.
Melalui pernyataannya, HYBE tidak hanya mencoba mempertahankan posisi hukumnya, tetapi juga tampak berupaya meredam kekhawatiran dari para investor serta menjaga reputasi perusahaan di tengah badai kontroversi.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
