
PT Super Bank Indonesia Tbk(IDX: SUPA; "Superbank"), menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (27/4) di Jakarta. (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com - PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; "Superbank"), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (27/4). Ini merupakan RUPST untuk pertama kalinya sejak resmi menjadi perusahaan publik pada Desember 2025 lalu.
Superbank melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat pasca IPO, sejalan dengan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, Superbank mencatatkan Laba Sebelum Pajak sebesar Rp143,3 miliar pada tahun 2025, didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 160% YoY menjadi Rp1,6 triliun serta ekspansi kredit yang tumbuh 50% YoY menjadi Rp9,6 triliun.
Di samping itu, perusahaan telah melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan transaksi harian melampaui 1 juta transaksi. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat signifikan sebesar 139% YoY menjadi Rp11,8 triliun, sementara total aset tumbuh 87% YoY menjadi Rp21,3 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan terukur.
Baca Juga:Iran Tuding AS Biang Kegagalan Perundingan Islamabad, Diplomasi Mandek di Tengah Ketegangan Hormuz
"RUPST pertama kami sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid yang telah kami bangun. Pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang kami jalankan secara disiplin, serta meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap Superbank," ungkap Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan di Jakarta.
Ke depan, pihaknya akan terus memperluas penetrasi layanan digital melalui kolaborasi strategis. "Tentunya dalam ekosistem mulai dari OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, hingga integrasi pengajuan Pinjaman Atur Sendiri di Grab dan OVO untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dan mudah diakses," tambahnya.
Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati, menegaskan bahwa perseroan belum akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Langkah ini diambil karena kinerja perusahaan masih difokuskan pada penguatan bisnis.
Ia menjelaskan, kebijakan pembagian dividen harus mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas yang mensyaratkan adanya saldo laba positif.
“Kami tunduk pada peraturan undang-undang perseoran terbatas bahwa dividen hanya boleh dibagikan kalau perseroan memiliki saldo laba yang positif. Maka dari itu, untuk tahun ini bank belum memiliki rencana untuk membagikan dividen,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022