Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Maret 2024 | 20.35 WIB

Reza Nangin Pakai Narkoba Sejak Kelas 1 SMP, Diselamatkan Tuhan Lewat Pendeta

Reza Nangin. (Instagram @rezanangin) - Image

Reza Nangin. (Instagram @rezanangin)

 
JawaPos.com - Aktor Reza Nangin menceritakan kehidupan kelamnya  pada waktu memasuki usia remaja dan memasuki usia dewasa fase awal. Dia mengaku sudah menggunakan narkoba sejak masih duduk masih di bangku SMP. Untungnya dia diselamatkan Tuhan lewat pendeta.
 
Diungkapkan Reza Nangin, alasan menggunakan obat haram awalnya supaya diterima di komunitas pertemanan yang isinya memang para pengguna narkoba. 
 
"Kelas 1 SMP gua pakai putau selama 1 tahun. Tapi Karena gua nggak suka pahitnya, 1 tahun berhenti (pakai putau)," kata Reza Nangin dalam podcast Daniel Mananta.
 
Aktor berusia 40 tahun terus berpetualang dengan obat-obatan terlarang. Dia kemudian menggunakan ekstasi di kelas 2 SMP. Uniknya, dia berkenalan dengan obat haram ini diperkenalkan oleh ibunya sendiri.
 
 
"Pas nyokap datang ke Jakarta, gua diajakin ke salah satu diskotek di Jakarta. Di sana gua dipotekin ekstasi sama nyokap gua. Dipakai dia dan gua separuhnya. Gua nggak ngerti alasan dia kenapa potekin gua. Gua terlalu excited, anjir ini ekstasi, gokil. Mungkin dia berpikir mendingan lo dapat ini dari gua dari pada dari orang lain," paparnya.
 
Masih saat kelas 2 SMP, Reza Nangin mengaku dikenalkan dengan sabu oleh ayahnya saat berada  di salah satu tempat di Bandung. Lebih tepatnya Reza Nangin melihat ayahnya bersama teman-temannya sedang menggunakan narkoba di sebuah ruangan. Ayahnya pada saat itu bilang, jangan mencontoh kelakuannya.
 
Jiwa muda Reza Nangin memberontak penasaran ingin tahu rasanya. "Setelah ke Jakarta, gua cari donk (sabu)," katanya.
 
Sejak saat itu petualangan Reza Nangin dengan dunia kelam narkoba semakin dalam. Dia pun pernah mencoba berbagai macam jenis obat-obatan terlarang. Meski tidak punya uang pada saat itu, dia  selalu ada cara untuk mendapatkan barang haram tersebut.
 
"Sepupu juga make, gua dibeliin. Banyak cara mendapatkan barang," katanya.
 
Setelah lulus SMA, Reza Nangin pernah kuliah di salah satu kampus di Jakarta pada tahun 2001. Sayangnya di tahun 2002 dia kena DO.
 
"Om dan tante gua mau pindah ke Singapura, gua diajak ke sana. Di Singapura, mulai detok selama 1 tahun gua nggak make," katanya.
 
 
Reza Nangin berhenti menggunakan narkoba saat itu bukan karena ingin berhenti. Tapi karena terdesak oleh keadaan dimana di Singapura sulit sekali mendapatkan narkoba.
 
"Walaupun badan minta, kalau gak ada barang ya mau gimana,"ujar Reza Nangin.
 
Awal mula perubahannya ke arah lebih baik bahkan berhenti menggunakan narkoba saat dia bertemu dengan salah satu pendeta di Singapura. Menurut Reza, pendeta ini memang terkenal bisa mengetahui apa yang dilakukan jemaahnya. 
 
Misalnya ada salah satu jemaah yang suka berzina. Pendeta itu biasanya akan menunjuk langsung menyatakan hal itu di hadapan banyak orang.
 
Reza Nangin awalnya sempat berusaha menghindar bertemu dengan pendeta itu. Dia merasa kehidupannya sudah berada di lembah kegelapan. Akan tetapi salah satu temannya di Singapura membujuk Reza untuk bertemu dengan pendeta itu. 
 
Solusi yang diberikan sahabatnya itu, Reza Nangin disuruh berpuasa selama 3 hari sebelum bertemu dengan sang pendeta. Dengan harapan, si pendeta akan memberi tahu hal yang baik tentang dirinya.
 
 
"Gua kan merokok. Gua sampai bela-belain nggak merokok dan gua puasa," katanya.
 
Pada saat itu,sang pendeta  justru bukan mengungkapkan hal yang jelek tentang dirinya. Reza Nangin menyatakan pendeta itu mengungkapkan hal yang membuatnya tersentuh. Reza Nangis dianggap sebagai orang yang berharga di mata Tuhan.
 
"Sambil pegang pundak gua, dia bilang 'kamu akan dipakai Tuhan seperti Yeremia. Saat itu gua bingung siapa Yeremia nih? Gua nggak pernah baca Alkitab. Yang jadi pertanyaan besar gua, kok bisa ya Tuhan mau pakai gua?," katanya.
 
Dari sana, Reza Nangin terus berpikir dan juga membaca Alkitab. Sejak saat itulah Reza Nangin memperbaiki diri dan tidak lagi menggunakan narkoba serta menjauhi pergaulan bebas.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore