Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 01.08 WIB

Usai Terseret Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Didik Putra Kini Jadi Tersangka TPPU

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso berbicara dengan awak media di Gedung Bareskrim Polri. (ANTARA/Nadia Putri Rahmani/am) - Image

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso berbicara dengan awak media di Gedung Bareskrim Polri. (ANTARA/Nadia Putri Rahmani/am)

JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menetapkan 5 orang tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari pengembangan kasus narkoba. Salah satu tersangka adalah Didik Putra Kuncoro, mantan kapolres Bima Kota yang berkomplot dengan bandar di Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Pada hari Rabu, tanggal 29 April 2026, tim penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara penetapan status tersangka tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal narkotika,” ucap Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangan resmi.

Selain Didik, polisi juga menetapkan 4 tersangka lainnya dalam kasus TPPU tersebut. Para tersangka terdiri atas Malaungi (mantan kasat narkoba Polres Bima Kota), Abdul Hamid alias Boy (bandar narkoba di Bima Kota), Alex Iskandar (adik kandung Erwin Iskandar alias Ko Erwin bin Iskandar), dan Ais Setiawati (mantan istri Erwin Iskandar).

Penetapan tersangka itu sesuai dengan komitmen Bareskrim Polri untuk terus mengembangkan kasus tersebut. Brigjen Eko menegaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan penanganan kasus bandar narkoba ke TPPU. Dalam kasus Ko Erwin, Bareskrim telah menangkap istri dan anak bandar tersebut di Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu.

”Penanganan (kasus) narkoba saat ini ditingkatkan lebih ke TPPU. Tidak hanya mengungkap tindak pidana asalnya saja, jadi lebih dikembangkan untuk memiskinkan para pelaku peredaran narkoba,” terang Brigjen Eko dikutip Sabtu (25/4).

Dalam penangkapan istri dan anak Ko Erwin, penyidik menyita beberapa barang bukti terkait dengan TPPU dilakukan bersama-sama oleh Ko Erwin dan keluarganya. Barang bukti tersebut terdiri atas rumah, ruko, gudang, kendaraan bermotor, serta berbagai dokumen terkait lainnya. Dia memastikan semua itu akan disampaikan kepada publik.

”Kami rilis setelah komplit sampai berapa TPPU yang berhasil kita sita,” ungkap perwira tinggi bintang satu Polri tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Tim Gabungan Subdit IV dan Satuan Tugas (Satgas) NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap anak dan istri bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Penangkapan berlangsung di Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram, NTB pada Kamis (23/4).

Eko menyampaikan bahwa operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury. Total ada 3 orang yang ditangkap oleh polisi. Terdiri atas 2 anak dan 1 istri Ko Erwin. Masing-masing bernama Virda Virginia Pahlewi (Istri), Hadi Sumarho Iskandar (anak), dan Christina Aurelia (anak).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore