Anak bermain game Roblox di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Beberapa dekade lalu bermain game dianggap sebagai mengisi waktu luang. Jika keterusan atau kecanduan dicap sebagai orang pemalas.
Paradigma itu kini berubah. Bermain game beralih menjadi lapangan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang bagi mereka yang menghabiskan waktunya dengan game.
Fenomena ini didorong dengan kemunculan fasilitas yang memadai seperti pilihan game yang semakin banyak, aplikasi yang mudah diakses, serta pengaruh sosial media yang menyebarluaskan informasi secara cepat dan menyeluruh.
Di Indonesia, bermain game telah berubah menjadi sebuah profesi. Salah satunya adalah pemain e-sports yang berlaga di turnamen internasional dengan hadiah miliaran rupiah. Selain itu, ada pula gamer kasual yang tetap bisa menghasilkan uang lewat live streaming, meski tidak bermain di level kompetitif.
Media sosial berperan penting dalam hal ini. Tak hanya sekadar sarana bertukar informasi, tetapi membuka peluang bagi suatu hal untuk mendapatkan perhatian lebih atau sekarang disebut viral. Dalam kasus ini, ada sebuah game yang viral misalnya. Akan ada berjuta-juta orang yang tertarik, mendownload, dan ikut memainkan game tersebut dalam waktu yang begitu singkat.
Tidak hanya itu, muncul juga peluang bisnis baru di sekitar ekosistem game. Misalnya, jasa joki akun, penjualan skin atau item digital, hingga pembuatan konten gaming untuk TikTok dan Instagram. Semakin banyak penonton yang haus hiburan, semakin besar pula peluang cuan yang bisa diraih.
Dilansir Boston Consulting Group, pendapatan industri game global diprediksi mencapai USD 221 miliar pada 2024 dan USD 266 miliar pada 2028. Dilansir dari JD Supra.com, Indonesia menetapkan target ambisius untuk memajukan ekosistem game dalam negeri melalui PR 19/2024. Pemerintah fokus memperkuat posisi developer lokal, menarik investasi asing dengan syarat kerjasama, serta menyediakan dukungan berupa talenta, infrastruktur, dan pembiayaan.
Hal ini menunjukkan bahwa industri dalam dunia gaming menyimpan sesuatu yang menjanjikan di masa depan. Bukan tanpa alasan, semua upaya pemerintah tersebut bertujuan agar industri game nasional bisa lebih kompetitif di panggung global.
Meskipun begitu, masih banyak hal yang perlu diperhatikan. Tantangan implementasi regulasi tetap harus dipantau dan ditegaskan demi terciptanya industri yang sehat, aman dan nyaman. Kehadiran gaming sebagai industri baru juga membuka jalan bagi ekonomi makro.
Komunitas-komunitas gaming yang terbentuk seringkali membuat kegiatan di dalamnya salah satunya yaitu gathering. Dari situ, roda ekonomi mikro mulai bergerak. Biasanya tak hanya sekadar berkumpul tetapi mereka juga memiliki merchandise hingga identitas tersendiri lewat barang-barang kembar. Hal inilah yang membuka potensi roda perekonomian berputar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022