
Asep Lukman berhasil mematahkan dominasi M. Zidane setelah insiden rantai putus di Final Race TGD 2025 Probolinggo. (Istimewa)
JawaPos.com – Duel panas Trial Game Dirt (TGD) 2025 seri ketiga di Lapangan Karya Bhakti, Probolinggo, Sabtu (30/8), menghadirkan kejutan besar. M. Zidane yang semula difavoritkan justru gagal finis setelah motornya mengalami putus rantai di Heat 4 kelas FFA Open.
Situasi itu dimanfaatkan Asep Lukman untuk mengunci kemenangan dan merebut gelar juara umum seri Probolinggo.
Ribuan penonton yang memadati arena disuguhi pertarungan sengit di empat kelas: FFA Open, Campuran Open, Campuran Non Seeded, dan FFA Master. Di FFA Open, Asep keluar sebagai kampiun dengan total 88 poin. Zidane harus puas di posisi ketiga dengan 76 poin.
Meski demikian, Zidane masih mampu membalas di kelas Campuran Open. Ia mengumpulkan 95 poin dan menempati posisi puncak, sementara Asep finis runner-up dengan 88 poin.
Kombinasi hasil keduanya membuat Asep Lukman mengoleksi 47 poin dan berhak atas gelar juara umum seri Probolinggo, unggul tipis atas Zidane yang mengantongi 45 poin.
“Alhamdulillah saya bisa juara umum di seri ini. Memang ada faktor keberuntungan, tapi saya juga berusaha maksimal di setiap heat. Hasil ini jadi modal penting untuk dua seri terakhir,” kata Asep Lukman seusai balapan.
Dengan kemenangan ini, Asep memperkecil jarak di klasemen sementara. Di FFA Open, ia kini mengoleksi 69 poin, hanya terpaut satu angka dari Zidane yang memimpin dengan 70 poin.
Di Campuran Open, Asep berada di posisi kedua dengan 57 poin, di bawah Zidane yang sudah mengumpulkan 75 poin.
Selain persaingan dua nama besar itu, kelas Campuran Non Seeded juga menghadirkan bintang baru. Athaya Sena sukses menguasai podium pertama dengan 50 poin, mengungguli Nova Mahendra (44 poin) dan Slamet Bius (38 poin).
Setelah absen hampir satu dekade, seri Probolinggo disambut antusias. Ribuan penonton hadir, ditambah suguhan live music, fun games, hingga aksi BMX freestyle yang memanaskan suasana.
Agnes Wuisan dari 76Rider menyebut atmosfer Probolinggo tetap “magis” bagi TGD. “Persaingan di seri ini benar-benar ketat, selisih waktu antarpembalap sangat tipis. Probolinggo sekali lagi menunjukkan dukungan luar biasa untuk balap ekstrem,” ujarnya.
TGD 2025 masih menyisakan dua seri: Solo (26–27 September) dan Bandung (10–11 Oktober) sebagai seri pamungkas. Dengan jarak klasemen yang sangat rapat, perebutan gelar juara umum dipastikan berlangsung ketat hingga garis akhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022