Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 17.01 WIB

Sering Cemas Seketika? Lakukan Hal Berikut untuk Kurangi Rasa Cemasnya yang Berlebihan

 

Ilustrasi; Cemas

 
JawaPos.com - Dr. dr. Hamzah Shatri, SpPD, K-Psi, MEpid, selaku ahli penyakit dalam di RS Dr. Cipto Mangunkusumo, menyampaikan bahwa orang yang cemas cenderung tidak melakukan penarikan napas yang dalam dan perlahan. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi rasa cemas.
 
Dilansir dari Antara, menurut Hamzah pada diskusi ILUNI FKUI (7/11), dengan mengambil napas panjang lalu dihembuskan secara pelan-pelan, menimbulkan rasa relaksasi bagi badan seseorang, menyebabkan jaringan saraf yang menggerakkan berbagai perangkat dalam tubuh menjadi seimbang. 
 
Tidak hanya menarik napas yang panjang dan dihembuskan secara perlahan. Terdapat sejumlah cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengurangi cemas. Hamzah menambahkan, mendengar musik dapat mengurangi rasa cemas khususnya bagi pribadi yang memiliki perasaan tak nyaman.
 
Selain itu, gaya hidup yang sehat pula menjadi kunci utama dalam mengurangi rasa cemas. Cara yang paling efektif adalah berolahraga, demikian karena aktivitas tersebut dapat menaikkan endorfin.
 
 
Selain berolahraga, makanan dan minuman yang dikonsumsi perlu diwaspadai pula. Mengonsumsi makanan yang sehat dengan pola makan yang teratur, dapat menjadi penunjang pengurangan stres. Demikian pula mengonsumsi minuman yang tidak mengandung kafein.
 
"Kita melakukan pola hidup sehat meliputi olahraga, makan makanan yang baik dan teratur, tidak mengonsumsi yang mudah menimbulkan kecemasan seperti kopi, kebiasaan merokok. Ada zat-zat yang menstimulasi timbulnya kecemasan. Kafein itu stimulan", Hamzah memaparkan.
 
Seseorang tidak hanya dapat menceritakannya pada sesi konsultasi dengan psikolog atau dokter jiwa, namun perlu diketahui, bahwa hal seperti ini dapat pula dikeluhkan kepada dokter spesialis penyakit dalam. Karena ketika seseorang cemas, timbul beberapa keluhan seperti gampang kehabisan energi, insomnia, dan lain-lain.
 
Peran dokter dalam menetapkan penyakit pasti yang diderita oleh pasien, perlu dilakukan wawancara terhadap yang bersangkutan. Pengecekan secara fisik pula termasuk.
 
Menurut Hamzah, pengetahuan tentang stres atau kecemasan harus lebih digalakkan. Demikian supaya masyarakat dapat ditangani oleh ahlinya maupun secara pribadi. Tidak hanya obat-obatan, namun perlu diketahui kecemasan tersebut timbul dari suatu sumber permasalahan.
 
Hal tersebut pula untuk menghindari masyarakat yang menderita kecemasan atau penyakit yang timbul dari perasaan itu, untuk berobat di akhir-akhir fase deritanya. Bagaimana pun itu, Hamzah menyarankan agar masyarakat berobat di awal fase derita.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore