
Para calon petugas haji 2026 menjalani latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di Asrama HAji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi calon Petugas Haji dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diawali dengan pelatihan fisik di pekan pertama.
Para calon petugas Haji dari seluruh Indonesia itu digembleng fisiknya di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.
Pekan ini, para petugas haji Arab Saudi mulai menjalani pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Mereka dibagi dalam kompi-kompi.
Salah satunya adalah kompi A. Sebanyak 179 calon petugas haji anggota kompi A dilatih fisiknya oleh tim Instruktur dan fasilitator dari TNI dan Polri.
Setiap pagi, para calon petugas haji wajib mengikuti senam pagi yang dilanjutkan dengan jalan kaki mengelilingi kompleks Asrama Haji Pondok Gede.
Kemudian, mereka dilatih PBB. Mulai dari gerak dasar seperti hadap kiri hadap kanan, hingga yang lebih sulit seperti maju jalan dan pengecekan kerapian.
Komandan kompi A sekaligus instruktur PBB, Mayor Laut (PM) Kangian menjelaskan, PBB memiliki sejumlah manfaat bagi para calon petugas haji yang akan melayani jamaah haji selama di Tanah Suci.
"Yang pertama PBB ini membentuk karakter seseorang dan membuang ego sektoral," terang Kangian yang sehari-hari berdinas sebagai pelatih di Pusjas Permildas Mabes TNI, Rabu (14/1).
Selain itu, lanjut Kangian, PBB melatih kedisiplinan dan konsentrasi para calon petugas haji. Mereka dilatih dengan keras agar terbiasa disiplin dan fokus saat melayani jamaah haji.
Selain itu, PBB juga berfungsi untuk melatih kekuatan fisik dan menjaga keseimbangan badan. Sehingga tubuh calon petugas haji lebih bugar. Mengingat pelayanan di Tanah Suci harus didukung kondisi fisik petugas yang prima.
Meski terlihat seperti latihan fisik, namun menurut Kangian PBB secara tidak langsung melatih petugas haji untuk selalu bekerja sama. Sekaligus melatih kemandirian dan tanggung jawab perorangan.
“Harapannya, begitu nanti bekerja jadi petugas di saudi arabia mereka sudah siap menjadi seorang pelayan, pembantu jamaah haji,” tegasnya.
Saat bertugas di Tanah Suci, petugas mungkin akan dihadapkan pada Situasi yang menguras fisik dan mental. Karena itu, pelatihan PBB diperlukan agar fisik dan mentalnya terbentuk sejak awal dan mereka benar-benar siap melayani jamaah haji.
