Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Juni 2025 | 20.56 WIB

PPIH Temui Kemenhaj Saudi, Diminta Siapkan Penyelenggaraan Haji 2026 Lebih Awal

Dari kiri: Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, dan Konsul Haji pada KJRI Jeddah Nasrullah Jasam saat bertemu Kemenhaj Arab Saudi. (MCH)


JawaPos.com
– Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menyiapkan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Salah satu langkah awal adalah melakukan pertemuan dengan Deputy Bidang Hubungan Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hasan Munakirah.

Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah sekaligus Penanggung Jawab PPIH Arab Saudi, Hilman Latief, hadir bersama Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi dan Konsul Haji pada KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

“Kami bertemu Deputy Kementerian Haji Saudi, mendiskusikan hal yang terjadi tahun ini. Kami semua bersyukur atas pertolongan Allah dan dengan kerja keras bahu membahu, persoalan yang muncul pada saat operasional (haji) bisa kita selesaikan bersama-sama,” ujar Hilman di Jeddah, Kamis (26/6), sebelum kembali ke Tanah Air.

Dalam pertemuan tersebut, Hasan Munakirah menyampaikan harapan agar Indonesia memulai persiapan haji 2026 lebih awal. Ia meminta seluruh tahapan dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Menurut Hilman, timeline resmi penyelenggaraan haji 1447 H telah disampaikan Arab Saudi dalam pertemuan penutupan haji 2025 di Makkah pada 12 Zulhijjah 1446 H atau 8 Juni 2025.

“Tahapan itu mulai dari penetapan kuota, penetapan lokasi di Masya’ir, persiapan kontrak, penentuan jemaah, pelunasan, dan lainnya. Ini memang disarankan lebih awal,” jelas Hilman.

Ia memastikan bahwa seluruh masukan tersebut akan segera disampaikan kepada pemangku kepentingan terkait di Indonesia. “Tentu kami akan menyampaikan ini kepada stakeholders terkait untuk penyelenggaraan haji 1447 H. Semoga kita semua diberikan kemudahan,” imbuhnya.

Fase Pemulangan Jemaah Gelombang II

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji 2025 kini memasuki fase baru. Setelah gelombang pertama dari Jeddah selesai, fase pemulangan gelombang kedua dari Madinah mulai berjalan.

Proses pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah dijadwalkan berlangsung hingga 2 Juli 2025. Di Madinah, petugas haji kini memiliki dua tugas utama, yakni melayani kedatangan jemaah dari Makkah dan mengatur kepulangan mereka ke Tanah Air.

“Puncak pelayanan tahap terakhir berada di Madinah. Kami meminta jemaah terus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, baik pada saat perjalanan dari Makkah menuju Madinah, saat berkegiatan di Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi, di hotel Markaziyah, maupun saat berziarah,” pesan Hilman.

Penyelenggaraan haji 1446 H masih akan berlangsung sekitar dua minggu ke depan. Tahap pemulangan jemaah dari Madinah dijadwalkan selesai pada 11 Juli 2025.

“Waktu masih panjang, saya berharap seluruh petugas tetap siap siaga, meski kondisi sudah melandai,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sebanyak 280 kelompok terbang atau sekitar 108.857 jemaah (53,33 persen) telah tiba di Indonesia. Sementara itu, 245 kloter lainnya masih berada di Makkah dan Madinah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore