Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 00.22 WIB

Di Fase Puncak Haji, Jemaah Indonesia Dapat Makanan Siap Saji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

Pekerja mengemas paket makan malam bagi jamaah calon haji Indonesia di dapur Raghaeb Catering, Makkah, Arab Saudi, Selasa (13/5/2025). (MCH 2025)

 

JawaPos.com – Dengan dimulainya pergeseran calon jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah sejak Sabtu (10/5), menjadi tanda makin dekatnya fase puncak ibadah haji.

Puncak haji diperkirakan akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni atau Jumat, 6 Juni mendatang. Menyikapi hal itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menyiapkan skema khusus konsumsi yang akan diterapkan selama jemaah menjalani ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Salah satu langkah antisipatifnya adalah menyediakan makanan siap saji yang praktis, bergizi, dan mudah didistribusikan di tengah mobilitas tinggi saat puncak haji nanti.

“Pada hari puncak distribusi jemaah haji dilakukan seperti biasa. Hanya saja nanti akan ada wacana untuk makan siap saji,” ujar Agung Ilham, Konsultan Tenaga Ahli Konsumsi dari Poltekpar NHI Bandung, saat ditemui di Dapur Ragheeb, kawasan Shauqiah, Makkah.

Makanan siap saji ini akan mulai diberikan pada tanggal 8, 9, dan 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan fase utama ibadah haji. Ketiga hari itu merupakan momen paling padat dalam rangkaian puncak ibadah haji, di mana jemaah akan berpindah dari Arafah ke Muzdalifah, lalu ke Mina.

“Distribusinya tetap dilakukan seperti biasa, tapi dengan format makanan yang lebih praktis. Jadi mudah dibawa dan tidak perlu proses pemanasan ulang,” jelas Agung.

Jenis makanan siap saji ini telah melalui proses perencanaan dan pengawasan mutu yang ketat. Tujuannya agar kandungan gizinya tetap terjaga, sekaligus memudahkan jemaah yang harus melakukan perjalanan dan ibadah dalam kondisi fisik yang lelah dan cuaca panas ekstrem.

Skema ini sekaligus menjawab tantangan logistik pada fase Armuzna. Tidak semua titik di Arafah dan Mina memungkinkan distribusi makanan panas secara konvensional seperti di hotel-hotel di Makkah.

“Mobilitas saat Armuzna sangat tinggi. Kalau tetap gunakan makanan biasa, bisa menghambat waktu dan menurunkan kualitas makanan,” ujar Agung. “Makanan siap saji akan sangat membantu.”

Makanan siap saji ini akan dikemas dalam wadah khusus agar mudah dibagikan dan tetap higienis. Beberapa dapur yang menjadi mitra penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia juga sudah disiapkan untuk berproduksi dalam skala besar dengan standar sama.

“Intinya, jemaah tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup, dalam bentuk yang praktis dan aman,” tegas Agung.

Hingga Selasa (13/5), sebanyak 24.465 jemaah dari 63 kloter sudah tiba di Makkah dari Madinah. Jumlah itu akan terus bertambah hingga 26 Mei, menjadikan Kota Makkah sebagai pusat seluruh kegiatan haji, termasuk persiapan menjelang Armuzna.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore