Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 18.48 WIB

Niat di Bus Tetap Sah, Calon Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Turun dari Bus Saat Miqat di Bir Ali

Kadaker Madinah M. Luthfi Makki, bersama tim Sektor Khusus Bir Ali meninjau kantor pelayanan yang akan digunakan untuk melayani calon jemaah haji di lokasi miqat. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Mulai Sabtu, 10 Mei 2025, pergerakan calon jemaah haji gelombang pertama dari Madinah ke Makkah akan dimulai.

Salah satu titik penting dalam proses ini adalah Bir Ali, tempat miqat atau pengambilan niat umrah sebelum memasuki kawasan Tanah Haram. Namun, di tengah jumlah jemaah yang besar dan waktu yang terbatas, efisiensi menjadi kunci utama.

“Batas waktu di Bir Ali hanya 15 menit, kita usahakan seefisien mungkin,” ujar Muhammad, Kepala Seksi Khusus (Kaseksus) Bir Ali, Kamis (8/5).

Ia menjelaskan bahwa untuk memperlancar alur pergerakan, seluruh calon jemaah haji diimbau sudah berwudu dan mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel.

Dengan kondisi suhu tinggi dan jarak fasilitas umum yang cukup jauh, petugas menekankan pentingnya kesiapan jemaah sebelum tiba di lokasi.

Jika jemaah sudah dalam keadaan suci, maka sesampainya di Bir Ali bisa langsung melaksanakan salat sunnah, niat umrah, dan kembali ke bus tanpa harus mengantre kamar mandi.

“Kita juga menginfo kepada ketua kloter, karu, dan karom agar mengingatkan jemaah mereka. Ini penting untuk menghemat waktu dan mencegah kelelahan, terutama bagi lansia,” lanjut Muhammad.

Lansia dan Disabilitas Tak Perlu Turun dari Bus

Khusus untuk jemaah lanjut usia dan disabilitas, petugas memberi imbauan tegas agar mereka tidak turun dari bus saat di Bir Ali. Proses miqat tetap sah meskipun niat dilakukan dari atas kendaraan.

“Kita harapkan memang untuk seluruh lansia dan disabilitas cukup di dalam bus saja berniat. Itu sah, dan secara syariat dibolehkan,” tegas Muhammad.

Alasannya sangat rasional. Jarak dari tempat parkir ke masjid cukup jauh, sementara suhu di Bir Ali saat siang hari bisa sangat menyengat. Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan kesehatan jemaah yang rentan.

“Karena cuaca sangat panas dan jaraknya jauh, akan sangat melelahkan untuk mereka turun. Ini demi keselamatan,” ujarnya lagi.

Petugas juga telah menyampaikan kepada para pimpinan rombongan agar benar-benar memastikan anggota kloternya dalam kondisi siap miqat sejak berangkat dari hotel. Jika tidak perlu turun, maka jemaah lansia dapat menghindari kelelahan fisik yang tidak perlu sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Makkah.

Perhatian pada Arah Masuk Bir Ali

Selain kesiapan fisik dan spiritual, Muhammad juga mengingatkan soal teknis lokasi. Bir Ali memiliki dua pintu masuk utama, yakni pintu depan dan pintu belakang. Petugas meminta jemaah memperhatikan baik-baik lokasi penurunan agar tidak salah arah.

“Jemaah yang turun dari bus diharapkan mengingat pintu masuk Bir Ali ada dua. Jangan sampai tertukar, karena cukup jauh jaraknya dan udara di sini cukup panas,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore