
Calon jemaah haji Indonesia terakhir yang akan bertolak dari Bir Ali menuju Makkah, Minggu (25/5). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di tengah proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi yang dimulai hari ini, Rabu (11/6), pemerintah Indonesia mulai menyiapkan berbagai terobosan untuk pelaksanaan ibadah haji tahun-tahun mendatang.
Salah satunya adalah usulan pemanfaatan Bandara Thaif sebagai alternatif bandara untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Indonesia.
Saat ini, proses kedatangan dan pemulangan jemaah hanya terpusat pada dua bandara, yakni Bandara King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah.
Dua bandara tersebut menanggung beban seluruh jemaah dari berbagai negara, termasuk 221 ribu jemaah asal Indonesia. Dampaknya, antrean penerbangan padat dan masa tinggal jemaah di Arab Saudi menjadi lebih lama dari seharusnya.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendi, yang menjadi salah satu Amirul Hajj tahun ini, menilai pemanfaatan Bandara Thaif bisa menjadi solusi strategis.
Menurutnya, pemanfaatan bandara ini tidak hanya mempercepat waktu kepulangan, tapi juga bisa menghemat biaya penyelenggaraan haji secara signifikan.
“Kalau hasil pembicaraan dengan kepala pengelola bandara, positif. Bandara Thaif jaraknya dari Mekkah bahkan lebih dekat daripada Jeddah, hanya sekitar 70 km. Saya sudah coba kemarin, dari Mekkah ke sana tidak sampai satu jam,” kata Muhadjir di Jeddah, Selasa (10/6).
Selain jaraknya yang dekat, Bandara Thaif juga memiliki infrastruktur yang mendukung operasional haji. Bandara ini memiliki dua landasan pacu (runway) yang sudah memenuhi syarat untuk pendaratan pesawat berbadan lebar seperti Boeing dan Airbus. Dari sisi teknis, bandara ini siap digunakan.
“Runway-nya sudah siap. Yang perlu diperbesar hanya terminal internasionalnya, karena saat ini kapasitasnya hanya sekitar 500 orang. Tapi pihak pengelola bandara menyanggupi jika ada kerja sama, mereka akan memenuhi permintaan kita,” ujarnya.
Muhadjir menekankan, secara operasional, Bandara Thaif juga sudah melayani penerbangan 24 jam. Sebanyak 11 maskapai, termasuk dari Iran, Mesir, dan Qatar, sudah menggunakan bandara tersebut.
Sebagian besar lalu lintas udara di bandara ini memang masih untuk penerbangan domestik, tapi slot internasional bisa diperluas.
“Kalau sekarang kita punya 17–20 slot penerbangan per hari, dan Thaif bisa menambah 10 slot lagi, maka total bisa jadi 30 slot. Artinya, kita bisa memangkas masa tinggal jemaah yang selama ini terlalu lama hanya karena menunggu giliran terbang,” kata Muhadjir.
Selama ini, antrean kepulangan menjadi salah satu penyebab masa tinggal jemaah membengkak hingga 40 hari. Dengan tambahan slot dan akses bandara baru, jemaah bisa lebih cepat kembali ke Tanah Air. “Tidak banyak yang suka berlama-lama di sini. Saya kira lebih baik segera pulang,” lanjutnya.
Usulan pemanfaatan Bandara Thaif ini akan segera dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto. Muhadjir mengatakan, percepatan ini dilakukan agar presiden dapat mempertimbangkan kebijakan strategis ke depan, termasuk dalam konteks diplomasi haji.
“Saya agak percepat kembali ini untuk segera melaporkan. Supaya bisa jadi bahan pertimbangan Presiden dalam mengambil keputusan,” katanya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
