Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 03.19 WIB

Sempat Terpisah Rombongan, 217 Jemaah Sudah Diberangkatkan Menuju Makkah

Calon jemaah haji Indonesia gelombang 2 tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah (MCH 2025) - Image

Calon jemaah haji Indonesia gelombang 2 tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah (MCH 2025)

JawaPos.com – Sebanyak 217 jemaah haji Indonesia yang sempat terpisah dari rombongannya akhirnya diberangkatkan secara bertahap dari Madinah menuju Makkah, pada Senin (19/5). Mereka diberangkatkan menggunakan 13 bus, setelah sebelumnya dikumpulkan di Hotel Diyar Taibah, yang difungsikan sebagai hotel transit untuk menampung jemaah yang tidak masuk dalam manifest keberangkatan sebelumnya.

Langkah ini diambil oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebagai bagian dari penyesuaian terhadap sistem baru pemberangkatan jemaah yang tahun ini menggunakan layanan delapan syarikah (perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi).

Perubahan sistem ini mengakibatkan sebagian jemaah tidak tercatat dalam daftar manifest bus, sehingga tidak bisa diberangkatkan bersama rombongan asalnya.

“Insya Allah hari ini kita akan memberangkatkan sekitar 13 bus dengan jumlah sekitar 217 jemaah. Mereka adalah yang tertinggal dari rombongannya, dari yang kemarin hingga hari ini,” ujar M. Luthfi Makki, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, saat ditemui di Hotel Diyar Taibah, Senin (19/5).

Menurut Luthfi, para jemaah ini berasal dari berbagai sektor dan sengaja dikonsentrasikan di satu tempat untuk memudahkan pendataan dan proses pemberangkatan lanjutan ke Makkah.

“Yang tidak masuk dalam manifest kita kelompokkan semua di sini. Dan insya Allah semuanya akan kita berangkatkan secara bertahap,” tambahnya.

Meski bersifat transit, jemaah tetap mendapatkan fasilitas penuh seperti konsumsi, tempat tinggal yang layak, serta pendampingan medis. Tim dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), PKP2JH, Tim Layanan Transportasi, hingga Sektor Khusus turut bersinergi untuk memastikan pelayanan berjalan maksimal.

“Bahkan ada jemaah yang sakit, dan rutin divisitasi oleh tim KKHI maupun PKP2JH,” kata Luthfi.

Hotel Diyar Taibah sendiri dikontrak oleh PPIH hingga 25 Mei 2025, dan menjadi fasilitas cadangan bagi situasi khusus seperti keterlambatan dokumen, keterlambatan jadwal, atau kasus jemaah tertinggal.

“Alhamdulillah hotel ini memang disiapkan untuk keperluan-keperluan seperti ini dan sekarang sangat bermanfaat,” ucapnya.

Luthfi menyatakan, secara keseluruhan tidak ada kendala besar dalam proses penanganan jemaah yang tertinggal. Ia justru menyampaikan apresiasi kepada para jemaah yang dengan sabar menunggu proses pemberangkatan.

“Saya secara pribadi berterima kasih kepada jemaah yang mau menunggu dan bersabar. Kami juga mohon maaf atas kekurangan layanan yang mungkin masih ada,” tuturnya.

PPIH menargetkan agar tidak ada lagi jemaah yang tertinggal di sisa waktu hingga penutupan fase pemberangkatan Madinah pada 25 Mei mendatang. “Mudah-mudahan tidak ada lagi jemaah yang tertinggal, kita doakan semua bisa diberangkatkan tepat waktu,” pungkas Luthfi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore