Pekerja mengemas paket makan malam bagi jamaah calon haji Indonesia di dapur Raghaeb Catering, Makkah, Arab Saudi, Selasa (13/5/2025). (MCH 2025)
JawaPos.com – Dengan dimulainya pergeseran calon jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah sejak Sabtu (10/5), menjadi tanda makin dekatnya fase puncak ibadah haji.
Puncak haji diperkirakan akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni atau Jumat, 6 Juni mendatang. Menyikapi hal itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menyiapkan skema khusus konsumsi yang akan diterapkan selama jemaah menjalani ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Salah satu langkah antisipatifnya adalah menyediakan makanan siap saji yang praktis, bergizi, dan mudah didistribusikan di tengah mobilitas tinggi saat puncak haji nanti.
“Pada hari puncak distribusi jemaah haji dilakukan seperti biasa. Hanya saja nanti akan ada wacana untuk makan siap saji,” ujar Agung Ilham, Konsultan Tenaga Ahli Konsumsi dari Poltekpar NHI Bandung, saat ditemui di Dapur Ragheeb, kawasan Shauqiah, Makkah.
Makanan siap saji ini akan mulai diberikan pada tanggal 8, 9, dan 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan fase utama ibadah haji. Ketiga hari itu merupakan momen paling padat dalam rangkaian puncak ibadah haji, di mana jemaah akan berpindah dari Arafah ke Muzdalifah, lalu ke Mina.
“Distribusinya tetap dilakukan seperti biasa, tapi dengan format makanan yang lebih praktis. Jadi mudah dibawa dan tidak perlu proses pemanasan ulang,” jelas Agung.
Jenis makanan siap saji ini telah melalui proses perencanaan dan pengawasan mutu yang ketat. Tujuannya agar kandungan gizinya tetap terjaga, sekaligus memudahkan jemaah yang harus melakukan perjalanan dan ibadah dalam kondisi fisik yang lelah dan cuaca panas ekstrem.
Skema ini sekaligus menjawab tantangan logistik pada fase Armuzna. Tidak semua titik di Arafah dan Mina memungkinkan distribusi makanan panas secara konvensional seperti di hotel-hotel di Makkah.
“Mobilitas saat Armuzna sangat tinggi. Kalau tetap gunakan makanan biasa, bisa menghambat waktu dan menurunkan kualitas makanan,” ujar Agung. “Makanan siap saji akan sangat membantu.”
Makanan siap saji ini akan dikemas dalam wadah khusus agar mudah dibagikan dan tetap higienis. Beberapa dapur yang menjadi mitra penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia juga sudah disiapkan untuk berproduksi dalam skala besar dengan standar sama.
“Intinya, jemaah tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup, dalam bentuk yang praktis dan aman,” tegas Agung.
Hingga Selasa (13/5), sebanyak 24.465 jemaah dari 63 kloter sudah tiba di Makkah dari Madinah. Jumlah itu akan terus bertambah hingga 26 Mei, menjadikan Kota Makkah sebagai pusat seluruh kegiatan haji, termasuk persiapan menjelang Armuzna.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
