
Suasana di kantor pusat Plaza Bank Mandiri. (Bank Mandiri for Jawapos)
JawaPos.com - Di tengah gejolak ekonomi saat ini, masyarakat cenderung lebih banyak menabung. Tecermin dari pertumbuhan produk tabungan di perbankan. Momentum ini tentu mengerek porsi dana murah.
Hingga akhir Maret 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang kuat. Yakni sekitar 12 persen secara tahunan. Didorong oleh kinerja positif produk tabungan yang meningkat 12 persen year-on-year (YoY).
Khusus pada segmen nasabah tabungan dengan saldo hingga Rp 50 juta, total dana yang dihimpun tumbuh sekitar 9 persen YoY. "Hal ini mencerminkan kepercayaan nasabah ritel terhadap layanan perbankan Bank Mandiri serta keberhasilan strategi akuisisi dan retensi dana murah di segmen prioritas," kata SVP Retail Deposit Product and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati kepada Jawa Pos, Rabu (7/5).
Bank Mandiri optimistis tren positif akan terus berlanjut sepanjang 2025. Sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperkuat sumber pendanaan berbasis dana murah (low-cost funding). Strategi ini didukung oleh pengembangan layanan digital yang semakin terintegrasi dan user-centric.
"Platform Livin' by Mandiri untuk nasabah individual dan Kopra by Mandiri untuk kebutuhan transaksi nasabah bisnis dan korporasi," imbuhnya.
Melalui pendekatan digital yang adaptif dan inovatif, lanjut Evi, bank berlogo pita emas itu berupaya memberikan nilai tambah. Tentunya dengan kemudahan transaksi keuangan bagi seluruh segmen nasabah. Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Mengawal 2025, PT Bank Jago Tbk memiliki 13 juta nasabah funding. Jumlah pengguna aplikasi Jago bertambah 4 juta nasabah dibandingkan posisi akhir kuartal I 2024 sebanyak 9 juta nasabah. Per Maret 2025, total DPK Bank Jago mencapai Rp 21,4 triliun atau tumbuh 62,12 persen YoY.
Dari jumlah tersebut, komposisi current account and savings account (CASA) mencapai 54 persen atau Rp 11,5 triliun. "Dengan situasi perekonomian global yang mengalami ketidakpastian, kami berusaha menjaga kinerja bank tetap positif dan tumbuh secara sehat dengan tetap mengamati potensi risiko dari gejolak yang ada," ungkap Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung.
Survei konsumen dan perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan, indeks menabung konsumen (IMK) pada April 2025 menguat 5,1 secara bulanan berada di level 83,4. Peningkatan IMK terbesar terlihat pada kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp 1,5 juta-3 juta per bulan sebanyak 8,8 poin. Disusul, kelompok berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan yang naik 7,2 poin.
"IMK untuk kelompok rumah tangga pendapatan di atas Rp 3 juta-7 juta tumbuh 6 poin. Hanya saja, untuk rumah tangga dengan pendapatan di atas Rp 7 juta per bulan justru turun 1 poin," ujar Sekretaris LPS Jimmy Ardianto.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
