Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Rabu, 28 Oktober 2026 | 14.37 WIB

Hari ini Rupiah Diperkirakan Melemah Lagi, Sentimen Pasar Jadi Penentu

ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Dok. JawaPos.com) - Image

ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (28/10), setelah sebelummya ditutup melemah sebesar 21 poin menjadi Rp 18.156 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.

"Untuk perdagangan (28/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.150 - Rp 18.200,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Rabu (28/10).

Ibrahim mengatakan, pasar menantikan konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang mungkin akan memberikan sinyal mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya.

Selain itu, pasar akan mencermati rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed pada hari Kamis, untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga. 

"Para investor juga bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS pada 3 November nanti,” ujarnya.

Sementara itu dari dalam negeri, ia mengatakan jaminan pemerintah akan kecukupan bahan bakar minyak (BBM) tidak otomatis menjamin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbebas dari tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia.

Ibrahim mengatakan, kebijakan yang perlu diperhatikan mencakup pengelolaan cadangan energi, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, pengendalian konsumsi energi, serta pengelolaan risiko harga minyak dan nilai tukar. 

Efektivitas kebijakan tersebut perlu dinilai berdasarkan data aktual mengenai harga minyak, realisasi subsidi dan kompensasi energi, serta kondisi fiskal pemerintah. 

"Intinya, kecukupan stok BBM berkaitan dengan ketahanan pasokan, sedangkan keberlanjutan subsidi berkaitan dengan kemampuan fiskal negara,” ucapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore