Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Senin, 2 November 2026 | 15.12 WIB

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp 18.190

Karyawan menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (2/11). Setelah sebelummya ditutup melemah sebesar 10 poin menjadi Rp 18.147 per USD pada perdagangan Jumat (30/10).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri. "Untuk perdagangan Senin (2/11) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.140 - Rp 18.190,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima Senin (2/11).

Ibrahim mengatakan tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Terutama perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti AS, yang tidak mencakup sektor makanan dan energi, tercatat naik 0,3 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi inti meningkat menjadi 3,1 persen dari 3,0 persen pada Agustus, sesuai dengan perkiraan pasar.

Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal III tercatat tumbuh 3,4 persen secara tahunan. Angka tersebut melampaui perkiraan sebesar 3,2 persen dan meningkat dibandingkan pertumbuhan 2,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Perkembangan tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga mencapai 83 persen.

Dari sisi domestik, Ibrahim menilai ketegangan politik yang berlanjut di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai kota besar sejak awal Oktober turut menambah ketidakpastian ekonomi Indonesia.

Aksi demonstrasi tersebut mencerminkan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penanganan kebakaran hutan, persoalan lingkungan, serta penggunaan anggaran negara untuk berbagai program pemerintah.

Perkembangan politik tersebut perlu menjadi perhatian karena stabilitas politik memiliki hubungan erat dengan kepercayaan investor dan kondisi perekonomian nasional.

Pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat, mengevaluasi kebijakan yang menjadi tuntutan demonstran, serta menjaga agar aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan kondusif.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore