
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan melemah pada perdagangan Selasa (21/7), setelah sebelummya ditutup menguat melemah 27 poin menjadi Rp 17.948 per dollar AS pada perdagangan Senin (20/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (21/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 17.940-Rp 18.000," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/7).
Ibrahim mengatakan dari sisi eksternal, pergerakan rupiah masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.
AS dan Iran saling melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran pada Minggu malam. Serangan baru tersebut terjadi setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya.
Militer AS dilaporkan memperluas sasaran serangan di Iran, sementara Iran juga meningkatkan serangan terhadap negara-negara Teluk di sekitarnya. Pertempuran masih berfokus pada kendali Selat Hormuz. CENTCOM menyebut operasi terbarunya bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di kawasan tersebut.
Di sisi lain, meski data inflasi dan pasar tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan ekonomi, pelaku pasar masih mencermati apakah kenaikan harga energi akan mempersulit upaya Federal Reserve menekan inflasi.
"Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi membuat inflasi tetap berada di atas target The Fed sehingga bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini umumnya akan menopang penguatan dolar AS," ujarnya.
Sementara itu, dari dalam negeri pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 berpotensi berada di bawah level 5 persen akibat lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi domestik, meski investasi asing masih menunjukkan kinerja positif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022