Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 September 2026 | 22.06 WIB

Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM

Kepala BGN Sudaryono/(Istimewa) - Image

Kepala BGN Sudaryono/(Istimewa)

JawaPos.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih ramai mendapat sorotan dan kritik di media sosial.

Sudaryono mengatakan, kondisi di lapangan tidak menunjukkan bahwa masyarakat secara keseluruhan bermasalah dengan program MBG. Menurut-nya, sorotan yang ramai justru lebih terlihat di media sosial.

"Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis," kata Sudaryono melalui pernyataannya dari video di instagram @dardardar_30, dikutip Senin (14/9).

Dia mengatakan, kondisi di lapangan menurutnya tidak menunjukkan bahwa masyarakat secara keseluruhan bermasalah dengan program MBG. Menurut Sudaryono, sorotan yang ramai justru lebih terlihat di media sosial.

"Saya bukan ngeluh, sekali lagi ini hanya cerita kondisi aja. MBG secara keseluruhan kalau anda lihat di bawah, itu orang itu nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed," ujarnya.

Selain faktor yang disebutnya ideologis-politis, Sudaryono menyebut kritik juga muncul dari internal BGN. Hal itu terjadi setelah dirinya melakukan penertiban terhadap petugas yang dianggap melakukan kesalahan.

"Bayangkan, pasukan saya sendiri itu berkeluh kesah di sosmed, menambah negatif dari MBG. Tapi saya nggak peduli, karena disiplinnya memang harus ditegakkan," ujarnya.

Meski mendapat keluhan dari internal, Sudaryono menegaskan tidak akan mengendurkan penertiban. Dia bahkan menyebut telah menutup hampir 2.000 dapur MBG yang dinilai bermasalah.

"Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin, ya," ujarnya.

Di samping itu, Sudaryono juga menyiapkan sanksi lebih lanjut terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan kasus keracunan. Mereka terancam tidak mendapatkan perpanjangan kontrak kerja.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore