
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (3/12).
Purbaya mengaku, ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu. Termasuk salah satunya terkait perkembangan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat alias Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC).
"Dia (Rosan) bahas macem-macem, permintaannya banyak banget ya, Danantara. Tapi kita diskusi, diskusi baik lah,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/12).
Meski begitu, Bendahara Negara memastikan belum ada formulasi yang disepakati antara pemerintah dan Danantara dalam pembahasan hari ini.
Pasalnya, terkait Whoosh, hingga saat ini pemerintah masih terus mencari formulasi terbaik. “Termasuk KCIC masih akan dicari bentuk yang pas, seperti apa,” lanjutnya.
Purbaya juga menegaskan bahwa pembahasan teknis masih akan dilanjutkan oleh masing-masing tim. Termasuk melibatkan tim teknis yang dibentuk Danantara dan juga Kementerian Keuangan.
“Nanti tim teknis dia diskusi dengan tim teknis saya. Ini kan masih belum clear betul seperti apa. Saya sih belum tahu sampai detail,” tegasnya.
Meski begitu, Purbaya memastikan arah besar kerja sama dan penataan proyek sudah mulai mengerucut. Bahkan, keduanya pun, baik Kemenkeu dan Danantara sudah tahu apa yang harus dilakukan.
"Tapi gambaran besarnya clear lah kita mau ngapain ke depan. Harusnya sih,” tutupnya.
Untuk diketahui, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyebut bahwa persoalan piutang dari proyek Kereta Cepat atau Whoosh rute Jakarta-Bandung akan menjadi bom waktu bagi perseroan.
Respons ini ia sampaikan guna menanggapi berbagai kritik yang disampaikan oleh beberapa anggota Komisi VI DPR RI terkait kondisi keuangan KAI hingga beban utang yang ditanggung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
"Kami dalami juga masalah KCIC seperti yang disampaikan. Memang ini bom waktu buat (KAI),” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8).
Meski begitu, Bobby tidak membeberkan lebih lanjut soal bom waktu seperti apa yang dimaksud. Namun, secara total, utang pokok proyek Whoosh mencapai lebih dari Rp 85,31 triliun (termasuk utang pokok awal dan utang tambahan) atau sekitar Rp 116 triliun menurut pemerintah.
Selain itu, ada beban bunga tahunan sekitar Rp 1,2 triliun yang harus ditanggung, meskipun pemerintah sedang mengupayakan solusi melalui restrukturisasi utang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022