
Bos Whoosh melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga membahas hal teknis terkait dengan restrukturisasi utang. (Ilustrasi)
JawaPos.com - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menemui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (17/11).
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, Dwiyana tiba di Kantor Airlangga sekitar pukul 15.24 WIB. Kemudian sekitar pukul 16.27 WIB, Menko Airlangga meninggalkan kantornya dan menyampaikan pertemuannya dengan Bos Whoosh dilakukan untuk membahas hal teknis terkait dengan restrukturisasi utang.
Meski begitu, Airlangga belum bisa menjelaskan secara detail soal teknis restrukturisasi tersebut. Pasalnya, ia menyebut pembahasannya masih belum selesai.
"KCIC pertemuan teknis. Teknis belum kita, belum selesai pembahasan," kata Dwiyana saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat.
Selanjutnya secara terpisah, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi yang hendak meninggalkan Kantor Kemenko Perekonomian tak menjelaskan isi pertemuan dengan Menko Airlangga.
Ia mengaku hanya berdiskusi biasa dengan Airlangga. Pasalnya, Dwiyana memastikan bahwa perihal restrukturisasi utang Whoosh, pihaknya menyerahkan seutuhnya kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Saya diskusi biasa aja (dengan Menko Airlangga)," ujar Dwiyana.
"Pokoknya kalau untuk restru kan kita serahkan ke Danantara. KCIC di bawah Danantara. Jadi apa pun mekanisme, skemanya, kita serahkan ke Danantara," pungkasnya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan skema pembagian porsi pembayaran utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau layanan Whoosh.
Ia menegaskan, restrukturisasi utang yang tengah dibahas pemerintah merupakan solusi terbaik dan akan dibagi sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.
“Masalah restrukturisasinya juga sudah disampaikan oleh Pak Presiden. Tentu melibatkan pemerintah dan Danantara. Nah ini juga solusi terbaik,” kata Dony kepada awak media di Jakarta, Selasa (11/11).
Lebih lanjut Donny juga menyampaikan bahwa porsi pembayaran antara pemerintah dan Danantara telah digarisbawahi secara jelas sebagaimana sudah diketahui pulai oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Danantara bakal menanggung biaya yang berkaitan dengan operasional layanan Whoosh, sementara pemerintah akan bertanggung jawab pada sisi infrastruktur.
"Tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara, terutama sekali berkaitan operasional daripada Whoosh. Dan juga ada porsinya pemerintah tentunya yang berkaitan dengan infrastruktur,” lanjutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022