
MINIMALKAN PERSEBARAN VIRUS: Wisudawan ITS memakai hand sanitizer sebelum mengikuti prosesi wisuda kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Banyak siswa sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi yang lulus di tengah pandemi Covid-19. Mereka yang lulus mau tidak mau harus mengikuti tatanan kebiasaan baru atau new normal dalam mencari pekerjaan. Sulitnya mencari kerja di tangan wabah yang masih berlangsung menjadi tantangan berat para lulusan tersebut.
Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne, mengatakan, generasi muda akan menghadapi tantangan yang lebih berat untuk mendapatkan pekerjaan pasca pandemi Covid-19, dimana setiap orang harus melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal).
“Selain dengan pencari kerja pemula lainnya, mereka juga akan berkompetisi dengan para pekerja terdampak pandemi yang juga tengah mencari pekerjaan baru,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (28/8).
Ia menuturkan, pihaknya akan mendorong generasi muda agar dapat memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dalam berkompetisi di pasar kerja, untuk memperoleh pekerjaan pertama yang layak serta dapat membangun karir dalam sebuah perusahaan.
Baca juga: Cegah Virus Korona di Surabaya: Wisuda tanpa Salaman, Kuliah Online
“Inisiatif ini juga dilakukan sebagai upaya kami secara tidak langsung untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam upayanya mengatasi pengangguran muda serta mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam mendorong kesempatan, untuk mendapatkan pekerjaan penuh dan produktif yang layak bagi orang-orang muda,” tuturnya.
Saat ini, Indonesia tengah dihadapkan dengan tingginya angka pengangguran muda. Data Badan Pusat Statistik pada Februari 2020 menyatakan tingkat pengangguran terbuka tertinggi datang dari kelompok usia 15-24 tahun sebesar 16,28 persen. Bahkan, angka dari kelompok ini selalu menempati posisi puncak selama 3 tahun terakhir.
Selain itu, tingkat pengangguran muda (kelompok usia 15-24 tahun) Indonesia juga tercatat selalu menempati posisi tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara sejak dua setengah dekade lalu setelah Brunei Darussalam.
Sementara Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner menyampaikan, praktis kesiapan kerja ini tentunya membawa pengalaman dan konsep berpikir baru bagi para mahasiswa dan anak muda lulusan SMA/SMK mengenai pekerjaan.
“Mengingat, ketidaksesuaian antara keterampilan yang dibutuhkan perusahaan dengan yang dimiliki pencari kerja menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka pengangguran muda. Partisipasi dalam program ini akan memberikan peluang lebih besar kepada mereka untuk berhasil memperoleh pekerjaan pertama yang layak dan akhirnya dapat membantu mereka meraih kesejahteraan yang lebih baik,” ucapnya.
Sebagai informasi, melalui program ini, peserta diajak untuk mengeksplorasi beragam keterampilan penting yang dibutuhkan perusahaan dari para pencari kerja dan mengevaluasi apa keterampilan yang sudah dimiliki.
Selain itu, mereka berlatih membuat curriculum vitae yang kuat dan mampu menarik atensi calon pemberi kerja. Peserta juga mengikuti simulasi wawancara kerja untuk memahami pentingnya mengkomunikasikan potensi diri mereka kepada pewawancara. Selama rangkaian edukasi eksklusif ini, peserta didampingi oleh 24 karyawan Johnson & Johnson Indonesia yang terlibat aktif sebagai mentor untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=mPPmANkjgEo

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
