
Ilustrasi warung binaan Mitra Bukalapak. (Istimewa)
JawaPos.com–Transformasi ekonomi digital tak lagi identik dengan startup besar atau perusahaan teknologi. Di tingkat paling bawah, warung sembako di lingkungan perumahan pun mulai terhubung dengan ekosistem digital dan merasakan dampaknya secara langsung.
Putri Wulandari, pemilik warung di Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu contoh. Dia memulai usaha pada 2018 dengan modal Rp 300 ribu setelah memutuskan berhenti bekerja demi mengasuh anak.
Awalnya, warungnya hanya menjual kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan kopi sachet, untuk warga sekitar. Perubahan mulai terasa ketika dia bergabung sebagai Mitra Bukalapak.
Melalui aplikasi tersebut, warungnya tak lagi sekadar tempat belanja sembako, tetapi juga melayani pembayaran listrik, pembelian pulsa, token, hingga berbagai transaksi digital lainnya.
”Awalnya cukup bingung karena belum terbiasa dengan sistem digital. Modal saldo juga terbatas. Tapi setelah dijalani, justru transaksi digital ini yang rutin,” ujar Putri.
Dari yang semula hanya mengandalkan margin tipis penjualan barang, kini dia mengaku bisa meraup laba bersih sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Layanan digital disebut membantu menjaga arus pelanggan, terutama untuk transaksi harian yang sifatnya kebutuhan rutin.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran peran warung tradisional. Jika sebelumnya hanya menjadi titik distribusi barang, kini warung juga berfungsi sebagai agen layanan keuangan mikro di lingkungan tempat tinggal warga.
Model kemitraan digital seperti yang dijalankan Bukalapak mendorong warung masuk dalam rantai ekonomi digital, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembayaran dan produk keuangan tanpa harus ke pusat perbelanjaan atau kantor bank.
Meski demikian, adaptasi tidak selalu mulus. Tantangan literasi digital dan manajemen keuangan menjadi fase awal yang harus dilalui pelaku usaha mikro. Putri mengaku sempat beberapa kali melakukan kesalahan transaksi sebelum akhirnya terbiasa.
Di luar aspek bisnis, keterlibatan warung dalam ekosistem digital juga membuka ruang aktivitas sosial. Pada 2025, Putri terlibat dalam program KOLAK (Kompak Bareng Mitra Bukalapak), sebuah inisiatif Ramadhan yang mendorong para mitra membagikan takjil kepada masyarakat sekitar.
Melalui jaringan Mitra di berbagai daerah, program tersebut menyalurkan paket takjil kepada warga selama bulan puasa. Tahun ini, program KOLAK kembali digelar dengan cakupan lebih luas, memanfaatkan jaringan mitra warung digital sebagai kanal distribusi.
Bagi Putri, kegiatan tersebut bukan hanya soal berbagi makanan, tetapi juga memperkuat relasi sosial dengan pelanggan. ”Warung itu dekat dengan warga. Jadi ketika ada kegiatan berbagi, rasanya lebih personal,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
