
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan. (Miles IT)
JawaPos.com - Transformasi digital Indonesia memasuki titik krusial. Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), kesiapan infrastruktur 5G kini tak lagi sekadar opsi, melainkan penentu apakah Indonesia mampu melompat atau justru tertinggal dalam kompetisi global.
Isu tersebut dibahas dalam IndoTelko Forum 2026 yang digelar IndoTelko Group di Jakarta. Forum ini menyoroti bagaimana sinergi antara 5G dan AI semakin mendesak untuk segera diwujudkan, terutama ketika kebutuhan akan konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah terus meningkat.
Secara teknis, 5G bukan hanya soal internet lebih cepat. Teknologi ini menghadirkan kapasitas jaringan yang jauh lebih besar dan respons yang hampir real-time, dua hal yang menjadi fondasi utama bagi pengembangan AI dalam skala masif dan tanpa dukungan jaringan tersebut, lonjakan penggunaan AI justru berpotensi terhambat.
Mengutip laporan Survei Ericsson ConsumerLab, tren adopsi AI yang meningkat pesat turut mendorong kebutuhan akan jaringan yang stabil dan konsisten.
Dalam konteks ini, 5G memegang dua fungsi strategis sekaligus: menopang ledakan trafik data, khususnya uplink, dan menjadi infrastruktur kritikal nasional di era digital.
Co-founder IndoTelko Group, Setia Gunawan, menilai Indonesia sedang berada di persimpangan penting. “Permintaan terhadap AI meningkat sangat cepat. Tanpa konektivitas 5G yang kuat, Indonesia berisiko kehilangan momentum untuk memanfaatkan peluang ini,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pemanfaatan 5G bisa optimal dan berdampak luas terhadap ekonomi.
Sementara dari sisi pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa transformasi digital merupakan pilar utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ditemui JawaPos.com dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyebut bahwa percepatan teknologi harus diiringi kebijakan yang adaptif.
“Arah kebijakan mencakup optimalisasi spektrum, tata kelola yang berkelanjutan, perlindungan data pribadi, hingga penciptaan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
