Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2023 | 19.07 WIB

BSI Temukan Indikasi Dugaan Serangan Siber Usai Gangguan Layanan Selama 4 Hari

Bank Syariah Indonesia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaporkan telah menemukan dugaan serangan siber yang menyebabkan gangguan pada layanan perbankan. Gangguan tersebut terjadi empat hari, tepatnya sejak Senin (8/5) hingga menyebabkan para nasabah tidak bisa melakukan transaksi melalui kantor cabang, ATM, maupun BSI Mobile.
 
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan terkait adanya temuan itu, pihaknya memastikan segera melakukan evaluasi dan temporary switch off terhadap sejumlah layanannya.
 
 
"Kami menemukan indikasi dugaan serangan siber, sehingga kami perlu melakukan evaluasi dan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan keamanan sistem kami," kata Hery Gunardi dalam konferensi pers di Wisma Mandiri Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/5).
 
Meski begitu, terkait dugaan serangan siber ini perseroan masih perlu melakukan penelusuran. Seperti, pembuktian melalui audit dan digital forensik.
 
 
"Terkait dengan dugaan serangan siber pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut berupa audit dan digital forensik," imbuhnya.
 
Hery menjelaskan, saat ini BSI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait baik regulator, seperti OJK, BI Pemegang saham termasuk juga dengan lembaga pemerintah. Lebih lanjut, Hery menuturkan pada dasarnya serangan siber umum terjadi dalam dunia teknologi informasi atau IT.
 
 
Menurut data Google yang didapatnya, aktivitas security event di internet mencapai 807.000 dengan rata-rata 9.000-10.000 serangan per hari. Oleh sebab itu, BSI memastikan terus mendorong peningkatan keamanan siber atau cyber security sesuai standar prosedur operasional (SPO) keamanan siber sebagaimana ketentuan OJK.
 
"Ini kenyataannya memang ada (serangan siber), tetapi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah terhadap produk keuangan digital, BSI menyadari adanya peningkatan risiko kemanan, termasuk keamanan siber," jelasnya.
 
 
BSI juga terus berkomitmen untuk memperkuat pertahanan dan keamanan siber perbankan dan senantiasa menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhat-hati atas segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan BSI.
 
"Kami menyampaikan mohon maaf atas ketidaknyamanan dan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada BSI," tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore