Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 05.54 WIB

DDoS Jadi Ancaman Nyata, Linknet Bangun Sistem Pertahanan Berlapis

Ilustrasi serangan siber jenis DDoS. (Redware) - Image

Ilustrasi serangan siber jenis DDoS. (Redware)

JawaPos.com–Serangan siber jenis Distributed Denial of Service (DDoS) kian menjadi ancaman serius bagi infrastruktur digital. Baik di tingkat global maupun nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas dan skala serangan ini meningkat tajam, menyasar berbagai sektor strategis. Mulai dari perbankan, layanan publik, hingga platform digital yang bergantung pada ketersediaan jaringan.

DDoS merupakan metode serangan yang bertujuan melumpuhkan layanan digital dengan cara membanjiri server atau jaringan menggunakan lalu lintas data dalam jumlah sangat besar secara bersamaan.

Serangan ini umumnya memanfaatkan jaringan perangkat yang telah terinfeksi malware (botnet). Sehingga mampu mengirimkan trafik masif dari berbagai titik dan membuat sistem target tidak mampu merespons permintaan pengguna normal.

Akibatnya, layanan bisa mengalami gangguan hingga lumpuh total (downtime). Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga penurunan kepercayaan pengguna serta terganggunya operasional bisnis dan layanan publik.

Seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada layanan digital, risiko serangan DDoS pun semakin kompleks. Pelaku kini tidak hanya menargetkan server, tetapi juga aplikasi hingga sistem Domain Name System (DNS), yang menjadi tulang punggung akses internet.

Merespons kondisi tersebut, PT Link Net Tbk melalui unit bisnisnya, Linknet Enterprise, menjalin kerja sama strategis dengan Nexusguard untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap serangan DDoS di Indonesia.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada integrasi teknologi mitigasi DDoS berstandar global ke dalam jaringan inti (backbone) Linknet. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur digital di tengah ancaman siber yang terus berkembang.

CEO Nexusguard Andy Ng menyatakan, kolaborasi ini menggabungkan kapasitas jaringan lokal Linknet dengan infrastruktur global Nexusguard. Dengan dukungan lebih dari 50 pusat scrubbing dan kapasitas mitigasi lebih dari 3 Tbps, sistem ini dirancang untuk menghadapi serangan DDoS berskala besar.

Melalui kerja sama ini, teknologi cloud-based scrubbing Nexusguard akan terintegrasi langsung dengan jaringan Linknet. Sistem tersebut memungkinkan penyaringan trafik berbahaya secara otomatis sebelum mencapai server utama, sekaligus didukung pemantauan 24 jam oleh tim Managed Security Service Provider (MSSP).

Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup pertukaran data ancaman (threat intelligence) untuk meningkatkan akurasi deteksi serangan, serta penguatan layanan keamanan di sektor strategis seperti pemerintahan, keuangan, pendidikan, dan bisnis digital.

Chief Enterprise Business Officer Linknet Ronald Chandra Lesmana menegaskan, keamanan siber kini menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan digital. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan kepastian operasional bagi pelanggan di tengah meningkatnya risiko serangan DDoS.

Dengan langkah ini, Linknet Enterprise tidak hanya memperluas kapabilitas layanan keamanan terkelola, tetapi juga menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi ancaman siber yang semakin masif di era transformasi digital.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore