Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2023 | 18.40 WIB

Aksi Nyata untuk Lingkungan, Kerja Sama Lintas Sektor Bantu Urai Permasalahan Limbah Plastik

Ilustrasi: Dampak nyata bahaya limbah plastik tidak hanya bagi lingkungan, tapi juga bagi kesehatan manusia. (Naja Bertolt Jensen / Sea Going Green). - Image

Ilustrasi: Dampak nyata bahaya limbah plastik tidak hanya bagi lingkungan, tapi juga bagi kesehatan manusia. (Naja Bertolt Jensen / Sea Going Green).

JawaPos.com - Persoalan limbah plastik menjadi isu yang sama rumitnya dengan material plastik itu sendiri, sulit diurai dan membutuhkan penanganan serta perhatian serius berbagai pihak. Masalah ini juga memiliki dampak serius dan jangka panjang tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan manusia.
 
Sinergi berbagai pihak dalam menangani persoalan limbah plastik sendiri akhirnya mutlak dilakukan. Pemerintah sendiri berperan aktif menyuarakan posisi dalam penanganan dan penyelesaian polusi sampah plastik secara global.
 
Isu transborder tersebut sebelumnya pernah dibahas dalam The Second Session of the Intergovernmental Negotiating Committee (INC2) on Plastic Pollution di Paris, Prancis pada 29 Mei – 2 Juni 2023 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Delegasi Republik Indonesia (Delri) menyampaikan dukungan penuh pada upaya global dalam menyelesaikan masalah polusi plastik, salah satunya melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular pada setiap tahap daur hidup plastik.
 
 
Multisektor, selain dari pemerintah, keterlibatan pihak lain dalam hal ini swasta, LSM dan aktivis lingkungan juga diperlukan. Kesadaran akan pentingnya mengelola dengan serius limbah plastik ini terbaru datang dari Venteny Fortuna International Tbk.
 
Berkolaborasi dengan PT Plastic Bank Indonesia (Plastic Bank), kerja sama ini adalah untuk mengumpulkan lebih dari 20.000 kg plastik daur ulang, yang setara dengan 1.000.000 (satu juta) botol plastik hingga tahun 2024, agar tidak mencemari lautan. 
 
Indonesia sendiri dikenal sebagai negara maritim dengan wilayah perairan yang lebih luas dibanding wilayah daratan. Sampah plastik di laut merupakan masalah lingkungan di Indonesia yang sangat krusial untuk segera ditangani. 
 
 
Kolaborasi dengan Plastic Bank, sebuah social enterprise yang memiliki misi untuk cegah polusi plastik di laut dan kurangi kemiskinan ini, menunjukan komitmen Venteny untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia diklaim sejalan dengan target pemerintah untuk menciptakan laut Indonesia yang bebas sampah plastik di tahun 2040.
 
Founder dan Group CEO Venteny, Jun Waide mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam semua aspek operasional perusahaan. "Venteny tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada dampak positif yang kami ciptakan untuk lingkungan dan masyarakat, didukung dengan tata kelola perusahaan yang kuat," ucap Jun di Jakarta, Selasa (19/9).
 
Dirinya menambahkan, pihaknya terus berusaha untuk mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan dalam setiap tindakan Venteny sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada dunia dan masyarakat di sekitar kami.
 
 
Plastic Bank sendir mengidentifikasi wilayah pesisir pantai di Indonesia yang membutuhkan infrastruktur pengumpulan sampah plastik dan memberdayakan wirausaha lokal untuk mendirikan cabang pengumpulan sampah plastik. 
 
Plastik yang dikumpulkan oleh anggota pengumpulnya dapat ditukarkan dengan pemasukan tambahan dan berbagai manfaat lainnya seperti asuransi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, konektivitas digital dan layanan perbankan.
 
“Sebagai penghasil polusi plastik di laut terbesar kedua di dunia, Indonesia sangat membutuhkan perusahaan-perusahaan untuk mendukung upaya pengumpulan dan daur ulang plastik di negara ini. Kami sangat senang menyambut Venteny bergabung dalam misi kami yaitu memberdayakan Social Recycling untuk memberdayakan komunitas guna mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik,” kata Frederick Saman, Country Manager Plastic Bank untuk Indonesia dalam kesempatan yang sama.
 
Bersama 14.000 anggota pengumpul plastik di Indonesia, Plastic Bank telah mencegah lebih dari 50 juta kilogram sampah plastik dari pencemaran di pantai dan lautan Indonesia yang indah. Venteny sendiri meyakini, dengan kolaborasi yang terjalin dengan Plastic Bank akan memberikan dampak positif yang bisa ditularkan ke seluruh masyarakat di Indonesia.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore