Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2023 | 18.34 WIB

Mata Kanan SAH Hampir Tak Bisa Melihat, Pupil Masih Merespons Cahaya

Pemeriksaan SAH di RSUD Ibnu Sina. Siswi SDN 236 Gresik itu mata kanannya buta setelah dicolok tusuk bakso.


JawaPos.com
 - Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) terhadap mata kanan SAH dilakukan Rabu pagi (20/9). Sebelum dibawa ke Rumah Sakit PHC, Surabaya, siswi kelas II SD ini lebih dulu dilakukan pemeriksaan awal di RSUD Ibnu Sina Gresik. Hasil MRI menunjukan secara anatomi mata SAH normal tapi ada penurunan fungsi.

Sekitar pukul 07.30, SAH datang ke RS pelat merah ini ditemani Samsul Arif dan Kiki Ramadani, orang tua SAH. Dia juga didampingi oleh Puskesmas Kepatihan dan sejumlah tenaga kesehatan.

Di Poli Mata RSUD Ibnu Sina, mata kanan SAH dilakukan dua pemeriksaan awal. Pertama pemeriksaan visus atau tes ketajaman pengllihatan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui kemampuan mata melihat objek dengan jelas dalam jarak tertentu. Tes ini biasa digunakan sebagai cara mengetahui kelainan refraksi mata seperti mata minus (rabun jauh), rabun dekat, dan mata silinder.

Hasil pemeriksaan awal itu mata SAH mengalami penurunan penglihatan hingga hampir tidak bisa melihat. Namun pupil mata kanan anak pertama dari tiga bersaudara itu masih merespon cahaya. Ketika ada cahaya, secara reflek pupil mata SAH merespon. Kemudian pemeriksaan awal juga dilakukan dengan CT Scan Optical Coherence Tomography (OCT). Tidak ada kelainan yang terlihat pada mata kanan SAH.

Sempat muncul dugaan penurunan penglihatan pada mata kanan SAH ini karena jatuh 2 bulan sebelum kejadian. Namun dari hasil CT Scan tidak muncul jejak akibat jatuh itu. “Kecil kemungkinan disebabkan karena trauma jatuh dua bulan lalu,” ucap dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dokter poli mata RSUD Ibnu Sina.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina, dr Soni, mengatakan, SAH selama ini belum pernah melakukan pemeriksaan di RSUd. Oleh sebab itu, sebelum dilakukan pemeriksaan MRI di RS PHC, pihaknya lebih dulu melakukan pemeriksaan awal. “Ini kemudian kami rujuk ke RS PHC untuk MRI,” ucapnya.

Pemeriksaan MRI itu berlangsung beberapa jam. Tergantung kondisi pasien. Karena pasien masih usia dibawah umur, kemungkinan prosesnya sedikit lebih lama. Namun pada sore kemarin, hasil MRI itu sudah keluar. Berdasarkan keterangan rilis pagi ini tentang hasil MRI, anatomi mata SAH dalam kondisi baik. Tetapi secara fungsi memang mengalami penurunan.

“Nanti untuk pembiayaannya, sudah disampaikan oleh bupati bahwa ditanggung Pemda,” pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore