Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Juli 2023 | 20.05 WIB

Inflasi Juni Naik Jadi 0,14 Persen, Daging Ayam Ras Hingga Tarif Angkutan Udara Jadi Penyebabnya

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini. Tangkapan layar YouTube BPS) - Image

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini. Tangkapan layar YouTube BPS)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan pada Juni 2023 sebesar 0,14 persen month to month (mtm). Angka ini tercatat meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan Mei sebesar 0,09 persen mtm.

"Tingkat inflasi bulanan Juni 2023 ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun lalu," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Senin (3/7).

Sementara itu, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu year on year (yoy), tingkat inflasi pada Juni sebesar 3,52 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi tahunan Mei yang mencapai 4 persen.

Dia juga menjelaskan, inflasi yang tinggi disebabkan oleh kenaikan harga komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dan memberikan andil sebesar 0,10 persen terhadap tingkat inflasi secara keseluruhan.

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, daging ayam ras memberikan andil paling besar terhadap inflasi, yakni sebesar 0,06 persen. Mengekor, tarif angkutan udara memberikan andil sebesar 0,04 persen serta telur ayam ras berkontribusi 0,02 persen.

"Dan kontrak rumah, bawang putih, rokok kretek filter, beserta ketimun yang masing-masing memberikan andil 0,01 persen," jelas Pudji.

Disisi lain, Pudji mengungkapkan kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi, yaitu bensin dan solar. Selanjutnya sebaran inflasi menurut wilayah secara umum dari 90 kota/kabupaten yang dipantau oleh BPS, terdapt 78 kota/kabupaten yang mengalami inflasi.

Kemudian, dari 78 kota/kabupaten itu, 48 kota/kabupaten di antaranya mencatat inflasi lebih tinggi dari inflasi nasional. Sedangkan 30 kota/kabupaten lainnya mengalami inflasi di bawah nasional dan 12 kota/kabupaten lainnya mengalami deflasi.

Sebaran inflasi tertinggi secara nasional tercatat di wilayah Kota Jayapura sebesar 1,36 persen secara mtm. Di sisi lain, Kabupaten Sumenep menjadi wilayah dengan tingkat deflasi paling tinggi, yakni sebesar 0,42 persen.

"Pada Juni 2023 ini inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Jayapura dengan komoditas penyumbang inflasi diantaranya adalah tarif angkutan udara dengan andil 1,11 persen, tomat dengan andil 0,25 persen, beras 0,04 persen, dan rokok putih sebesar 0,03 persen," tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore