
Suasana perkebunan sawit di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren ekspor komoditas unggulan Indonesia yang beragam. Tiga komoditas utama yakni besi, baja, crude palm oil (CPO) dan turunannya menunjukkan pertumbuhan.
Batu bara justru mengalami kontraksi yang cukup dalam sepanjang Januari hingga Desember 2025. Data ini menunjukkan dinamika ekspor non-migas Indonesia yang beragam pada tahun ini.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan ketiga komoditas itu berkontribusi besar. Secara kumulatif, sumbangan mereka mencapai 28,49 persen dari total ekspor non-migas nasional sepanjang 2025.
"Nilai ekspor besi dan baja naik 8,41 persen secara kumulatif dari Januari sampai dengan Desember 2025. Sementara itu, nilai ekspor batu bara turun 19,70 persen pada periode yang sama," ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/2).
"Sedangkan nilai ekspor CPO itu juga naik cukup tinggi, yaitu 21,83% secara kumulatifnya. Jadi ada dua yang naik, yaitu besi-baja yang unggulannya dan juga CPO," tambahnya.
Selain kinerja komoditas unggulan, BPS mencatat tiga negara tujuan ekspor non-migas utama Indonesia sepanjang 2025. Ketiga negara itu adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.
Menurut Ateng, ketiganya berkontribusi sebesar 42,28 persen terhadap total ekspor non-migas Indonesia. Bursa tersebut jadi pasar utama yang mendukung perekonomian nasional.
Nilai ekspor non-migas ke Tiongkok tercatat sebesar USD 64,82 miliar sepanjang 2025. Ekspor ke Tiongkok didominasi oleh komoditas besi dan baja atau HS72 dengan pangsa 27,65 persen.
Pangsa ekspor besi dan baja ke Tiongkok tumbuh sebesar 11,50 persen dibandingkan 2024. Peningkatan ini menandai permintaan yang terus meningkat dari Tiongkok.
Sementara itu, nilai ekspor non-migas Indonesia ke Amerika Serikat mencapai USD 30,9 miliar. Komoditas utama adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) dengan pangsa 19,48 persen.
Ekspor ke Amerika Serikat juga tumbuh 42,59 persen dibandingkan sepanjang 2024. Kenaikan ini menunjukkan kuatnya permintaan pasar Amerika terhadap produk Indonesia.
Nilai ekspor non-migas ke India tercatat sebesar USD 18,32 miliar sepanjang 2025. Ekspor ke India didominasi oleh bahan bakar mineral atau HS27 dengan pangsa 29,23 persen.
"Ini mengalami penurunan. Kalau tadi di Amerika komoditi utamanya naik, kalau di India bahan bakar mineral mengalami penurunan yang cukup besar yaitu 23,25% secara c-t-c," tukasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
