
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazar dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal capaian ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh mencapai 5,61 persen pada Kuartal I 2026. Menurut Purbaya, capaian itu menjadi prestasi luar biasa di tengah tekanan perekonomian global yang tidak menentu. Terlebih, angkanya memang berada di atas capaian tahun lalu.
"Ini prestasi yang luar biasa ditengah tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu. Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target 5,61 persen. Dibandingkan triwulan IV tahun lalu tumbuhnya lebih cepat, 5,39 persen - 5,61 persen clear sekali," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa (5/5).
Bendahara Negara juga menyampaikan dengan capaian ekonomi itu, maka Indonesia telah berhasil lepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen.
"Kita bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi," imbuh Purbaya.
Kendati demikian, Purbaya mengakui bahwa ke depan hambatan terhadap perekonomian Indonesia masih akan besar di tengah kondisi global yang masih belum membaik.
Itu sebabnya, kata dia, pemerintah harus memastikan ekonomi domestik harus terus digenjot. Salah satunya dengan dukungan terhadap sejumlah perusahaan yang aktif melakukan pengiriman produk ke luar negeri.
"Tapi kita tahu hambatan masih akan besar di depan mengingat global masih belum baik, jadi kita harus pastikan domestiknya tumbuh dengan bagus dan segala mesin perusahan-perusahaan yang ekspor kita akan dukung supaya mereka bisa lebih kompetitif di global market," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia (RI) tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Kuartal I-2026. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat mencapai Rp 6.187,2 triliun dan PDB atas dasar harga konstan (ADHK) senilai Rp 3.447,7 triliun.
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,87 persen. Ia membeberkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kuartal I 2026 ini ditopang kuat oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga.
Dalam capaian itu, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi mencapai 2,94 persen. Kinerja ini didorong meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan Hari Besar Keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.
Selain itu, berbagai stimulus pemerintah juga turut mendongkrak daya beli. Mulai dari diskon tiket transportasi, pencairan THR atau gaji ke-14, hingga kebijakan suku bunga acuan yang tetap rendah di level 4,75 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
