
Harga kedelai impor saat ini naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram, imbas gejolak di Timur Tengah. (ANTARA)
JawaPos.com - Meningkatnya biaya produksi membuat perajin tempe putar otak. Ukuran tempe diperkecil demi mempertahankan marjin keuntungan di tengah kenaikan harga kedelai dan plastik, imbas ketidakpastikan global akibat gejolak di Timur Tengah.
Salah satu perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Hadi Prayitno mengaku, kenaikan harga kedelai dan bahan pendukung seperti plastik kemasan membuat biaya produksi meningkat.
"Kalau harga dinaikkan pembeli bisa berkurang, jadi kami kurangi ukuran tempe," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (7/6).
Ia menjelaskan sebelum harga kedelai naik, kapasitas produksi mencapai sekitar tiga kuintal per hari. Namun, kini produksi turun menjadi 2 kuintal hingga 2,5 kuintal per hari.
Pengurangan dilakukan dengan menyesuaikan berat tempe dalam setiap bungkus. Jika sebelumnya sekitar 380 gram, kini tial bungkus tempe menjadi sekitar 350 gram, mengingat harga jual tetap dipertahankan.
"Untuk harga masih sama, hanya beratnya yang sedikit dikurangi," katanya.
Hadi menambahkan dirinya tetap menggunakan kedelai impor karena ketersediaan kedelai lokal terbatas dan hasil produksinya dinilai lebih banyak. Sementara itu, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, Rafli, menyebut harga kedelai impor saat ini naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram.
"Kenaikan terjadi sejak konflik di Timur Tengah, harapannya harga bisa kembali stabil," ujarnya. Ia menambahkan kenaikan harga juga terjadi pada kedelai lokal yang kini berada di kisaran Rp 12 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 9 ribu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022