Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki. (Dok. KemenkopUKM)
JawaPos.com - Gaya berbisnis Tiktok di Asia Tenggara masih terus disorot. Beberapa negara mulai mempertimbangkan memblokir aplikasi sosial media asal Tiongkok itu hingga mencabut izin Tiktok Shop.
Merespons hal itu, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, mengakui turut memantau kebijakan di negara - negara Asia Tenggara yang mulai mengawasi model bisnis Tiktok sebagai platform media sosial.
"Jadi wajar saja kalau negara-negara di ASEAN juga saat ini sedang mengevaluasi bisnis model TikTok untuk kepentingan ekonomi dan politik dalam negeri mereka," kata Teten.
Beberapa negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina dan Malaysia mulai menyelidiki bisnis Tiktok baik sosial media maupun Tiktok Shop. Hal itu pun telah menjadi sorotan seperti The Strait Times dan Manila Standard.
Kedua media asing itu menyebut, pemerintah Filipina sampai membentuk gugus tugas untuk menelisik lebih jauh adanya duguaan penyalahgunaan data hingga mata-mata. Jika gugus tugas menemukan indikasi tersebut, maka Filipina bakal memblokir total platform media sosial asal China tersebut.
Bahkan, The Straits Times- media berpengaruh di Singapura, menduga pemerintah Vietnam adanya informasi ilegal dalam servernya. Terlebih dari sisi konten pemerintah Vietnam menilai berbahata bagi anak-anak.
Teten pun menuturkan, sebelum jauh-jauh sejumlah negara tersebut mulai khawatir, Presiden Joko Widodo pula sudah menyampaikan arahan ke kabinet. Salah satunya mengenai keamanan data pribadi yang bisa digunakan platform media tersebut menguasai
"Presiden sudah perintahkan lewat ratas kepada menkoinfo utk pengaturan platform untuk kepentingan melindungi data pribadi, industri, umkm dan konsumen," ujarnya.
Diketahui, Presiden Jokowi mengaku kaget ada aplikasi yang menguasai data 123 juta pengguna dalam waktu hitungan bulan. Jokowi mengatakan aktivitas pembelian dalam aplikasi tersebut sangat masif.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV 2023 Lemhannas RI, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/10/2023). Dia menilai, dengan masifnya pembelian itu, aplikasi tersebut sudah memegang perilaku konsumen.
"Saya kaget kemarin setelah rapat disampaikan kepada saya hanya dalam waktu bulan, saya nggak usah sebutkan aplikasi apa sudah mencapai 123 juta orang masuk ke aplikasi itu. Hanya hitungan bulan karena pembeliannya masif sekali. Artinya perilaku konsumen kita sudah dipegang. Arahnya mau ke mana sudah bisa ditebak dan kita terlambat," kata Jokowi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022