Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2024 | 14.21 WIB

Forum Aktivis 98 Jogja Gelar Aksi Jalan Mundur dari Alun-Alun Utara ke Gedung Agung, Simbol Kemunduran Demokrasi Indonesia

Aksi jalan mundur aktivis 98 Jogja di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung, Kota Jogjakarta, Kamis (8/2) malam. - Image

Aksi jalan mundur aktivis 98 Jogja di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung, Kota Jogjakarta, Kamis (8/2) malam.

JawaPos.com–Aksi simbolis jalan mundur dari Alun-Alun Utara menuju Gedung Agung Kota Jogjakarta digelar Forum Aktivis Jogja (Aktivis 98) pada Kamis (8/2) malam.

Aksi jalan mundur tersebut dimaksudkan sebagai rasa keprihatinan atas situasi demokrasi di Indonesia yang dirasa malah semakin mundur. Hal itu karena putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang terbukti melanggar etika.

Koordinator aksi jalan mundur Widihasto Wasana Putra menyatakan, proses demokrasi yang sudah diperjuangkan sejak masa awal reformasi oleh para aktivis 98 dinilai telah ternoda dengan apa yang terjadi saat ini.

”Acara ini tercetus secara spontan oleh teman-teman aktivis Jogjakarta khususnya aktivis 98 karena prihatin terhadap situasi demokrasi di Indonesia beberapa waktu terakhir ini,” ujar Widihasto Wasana Putra pada Kamis (8/2) malam seperti dilansir dari Radar Jogja (JawaPos Group).

Menurut mereka, mundurnya proses demokrasi di Indonesia itu terlihat dari keputusan MK dan KPU yang terbukti melanggar etika. ”Adanya pemilu yang multi partai, pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat ternodai dengan keputusan MK dan KPU yang dalam situasi saat ini sangat berkebalikan dengan demokrasi. Mereka ternyata tidak lagi bisa dipercaya untuk melaksanakan proses demokrasi,” ungkap Widihasto Wasana Putra.

Dia menjelaskan bahwa aksi tersebut digelar dengan tujuan mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembalikan marwah demokrasi di Indonesia yang saat ini semakin mundur. Sehingga dapat kembali sesuai dengan cita-cita reformasi 1998.

”Setelah kami renungkan, sumber dari konflik ini adalah kepentingan yang dicontohkan Presiden Jokowi,” imbuh Widihasto Wasana Putra.

Para aktivis 98 tersebut ingin demokrasi benar-benar berasal dari rakyat. Sebab, menurut mereka syarat menjadi negara maju salah satunya adalah dengan menyelenggarakan demokrasi yang baik.

”Kalau demokrasi tidak baik pasti negara akan gagal. Sebab praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) akan semakin subur di negara tersebut,” kata Widihasto Wasana Putra.

Ditanya terkait pemilihan rute aksi jalan mundur tersebut, Hasto menjelaskan, terdapat beberapa alasan. Alun-Alun Utara merupakan simbol tempat berkumpulnya rakyat, sehingga merupakan simbol kekuatan rakyat. Sementara Gedung Agung dipilih sebagai lokasi finish karena gedung tersebut adalah simbol kekuasaan.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo harus mau mendengarkan suara-suara rakyat. Aksi tersebut juga tidak terafiliasi dengan partai politik manapun. Aksi jalan mundur tersebut benar-benar spontan digelar karena keprihatinan dari Forum Aktivis Jogja (aktivis 98).

Salah seorang aktivis 98 Titok Hariyanto menambahkan, aksi tersebut bertujuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa saat ini demokrasi Indonesia sedang mengalami kemunduran. Sehingga semangat reformasi 98 perlu dikembalikan lagi.

”Jalan mundur ini simbol kemunduran demokrasi. Kita harus waspada dan memanfaatkan momentum Pemilu 2024 untuk memberikan pelajaran kepada siapapun yang saat ini menodai demokrasi,” ungkap Titok Hariyanto.

Aksi jalan mundur tersebut dilakukan puluhan aktivis dengan mengenakan pakaian serba hitam. Mereka berjalan mundur dengan membawa obor yang dinyalakan. Pemimpin aksi juga membawa keris Caritoprasojo.

”Keris ini merupakan simbol bahwa pemimpin harus berbicara apa adanya. Sedangkan pamor keris adalah pamor Adeg yang merupakan pamor tolak bala,” ucap Titok.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore