
PADAT: Pertambahan kendaraan pribadi yang tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan membuat kondisi lalu lintas semakin padat.
JawaPos.com - Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang diklaim turut andil dalam mengurangi kemacetan di Kota Lunpia. Akan tetapi, kehadirannya menggantikan peran angkutan kota dinilai masih harus didukung upaya lainnya. Utamanya dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini dianggap sebagai penyebab kepadatan lalu lintas.
Ketua Komisi C, DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan BRT Trans Semarang saat tengah dalam prosesnya menghadirkan pelayanan optimal. "Dikatakan memadai belum juga, dikatakan memadai, ya sudah dicoba. Menuju memadai," katanya kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
"BRT ini banyak membantu sebenarnya, apalagi anak-anak sekolah dengan dibukanya rute-rute baru. Lalu dengan menggandeng pengusaha dalam konsorsium, mengurangi transportasi yang tak layak pada jalur itu. Mengurangi kesemerawutan," sambungnya panjang.
Kadarlusman tak menampik bahwa masih banyak yang harus ditingkatkan dari segi pelayanan. Meski menurutnya pemerintah sudah mencoba yang terbaik, dirinya melihat persoalan macetnya jalanan Kota Semarang di sana-sini disebabkan oleh banyaknya pelaju. Tentunya, mereka yang datang dengan kendaraan pribadi masing-masing.
"Yang bikin macet itu antara lain pekerja yang domisilnya di luar Kota Semarang. Banyak kawasan industri di sini, di Genuk, Terboyo, Candi, Wijayakusuma, BSB, itu pekerjanya 75 sampai 80 persen dari luar. Dari Mranggen, Demak kalau pagi berapa puluh ribu, Kendal juga," katanya lagi.
Dalam hal ini, Kadarlusman berujar pihaknya memiliki ide dan gagasan, bahwa perusahaan tempat pelaju bekerja sebaiknya menyediakan lahan parkir sepeda motor sebelum masuk Kota Semarang. Kemudian, perusahaan juga menyiapkan beberapa unit bus guna mengangkut karyawannya.
"Jadi masuk Semarang itu tidak seperti kampanye. Ini akan kita sampaikan ke Wali Kota. Kedua, kalau outer ring road sudah jadi nanti, saya kira bisa buat mobil-mobil besar truk trailer. Karena Kota Semarang ini masuk jalur tengkorak, ada kecelakaan pasti remuk," imbuhnya.
Dari dalam kota sendiri, dirinya berujar bahwa pembatasan kendaraan sudah diperlukan. Makin sesak jalanan Kota Semarang dengan bertambah banyaknya pengguna sepeda motor mulai dari kalangan pelajar hingga ojek online.
Langkah pembatasan ini, katanya sudah dibahas dengan melibatkan berbagai pihak, diantaranya Kementrian Perhubungan, Kepolisian, dan Pemerintah Kota setempat. Karena peningkatan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor bisa dikata sudah drastis.
"Kita akan cari cara supaya pengurangan (pembatasan) bisa diterapkan. Di satu sisi ini memang peningkatan ekonomi, tapi ya sekarang nggak punya rumah saja punya mobil, didaftarin ke ojek online malahan. Nanti dicari solusi yang tepat pakai ganjil genap atau apa. Rekayasa lalin juga sudah banyak," katanya.
Angkutan Online
Pembangunan infrastruktur macam flyover seperti di Jatingaleh menurutnya turut berandil memecah simpul-simpul kemacetan. Efeknya langsung dirasa, akan tetapi mungkin tak bertahan lama selama pembatasan jumlah kendaraan belum diberlakukan.
"Ini kita kemarin juga sampaikan ke Pak Wali, program berikutnya yang perlu dibikin flyover itu di Tugu, Krapyak, lalu Pedurungan, Genuk juga perlu dibuatkan," tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno kepada JawaPos.com baru-baru ini. Menurutnya rencana Pemkot Solo untuk menyediakan transportasi murah, nyaman, dan aman tidak berjalan sesuai rencana. Hal ini salah satunya disebabkan hadirnya transportasi online.
Kondisi ini membuat banyak masyarakat justru memilih menggunakan transportasi online dibandingkan menggunakan layanan transportasi umum yang sudah disediakan oleh pemerintah. Banyak hal yang membuat masyarakat berpaling menggunakan transportasi online. Misalkan karena murah, praktis, dan tidak perlu menunggu di halte. "Ya itu yang menjadi kendala bagi kami. Transportasi online itu semakin banyak," terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
