
Bangunan Koperasi Merah Putih di Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
JawaPos.com - Di tengah progres pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang hampir rampung, sejumlah kepala desa mulai merasakan dampak signifikan dari pemangkasan dana desa (DD) hingga sekitar 60 persen. Kondisi tersebut berimbas pada terbatasnya pembangunan infrastruktur yang sebelumnya telah direncanakan untuk masyarakat.
Kepala Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Imam Sopingi, menyampaikan bahwa pembangunan gerai KDMP di wilayahnya kini telah mencapai sekitar 90 persen. Meski mendekati tahap akhir, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan.
“Prosesnya hampir 90 persen. Tinggal finishing seperti pengecatan dan beberapa perlengkapan yang belum terpasang,” ujarnya ketika dikonfirmasi, kemarin (21/4).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program KDMP membawa konsekuensi langsung terhadap alokasi dana desa tahun 2026. Sebagian besar anggaran harus dialihkan untuk mendukung program tersebut, sehingga rencana pembangunan lain tidak dapat dijalankan sesuai jadwal.
“Awalnya kami merencanakan pembangunan fisik seperti rabat jalan dan talut. Tapi karena anggaran terpangkas, akhirnya dilakukan bertahap,” katanya.
Menurutnya, pemotongan anggaran tersebut diberlakukan secara merata, termasuk bagi desa yang belum memiliki lahan atau belum memulai pembangunan KDMP. Meski demikian, pihaknya tetap mendukung kebijakan pemerintah dengan harapan program tersebut mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya tentu KDMP ini bisa benar-benar mengangkat perekonomian masyarakat desa,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, Kusbani. Ia menilai pemangkasan dana desa dalam jumlah besar cukup membebani pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program prioritas yang telah disusun sebelumnya.
“Kita ini sebenarnya hanya mengikuti kebijakan. DD dari pusat, kemudian ada pemotongan, ya kita ikut saja,” ujarnya.
Keterbatasan anggaran, lanjutnya, membuat sejumlah usulan warga dalam forum musyawarah desa tidak dapat terealisasi secara optimal. Terutama program pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat desa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
