
BAYI KEMBAR TIGA: Pasangan Triyanto dan Esti didampingi dirut RS PKU Muhammadiyah Solo, Mardiatmo saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (19/11).
JawaPos.com - Kebahagiaan jelas terlihat dari wajah pasangan Esti Muryani, 30 dan Triyanto,31, Senin (19/11). Bagaimana tidak, pasangan yang menikah 23 Desember 2012 silam tersebut baru saja dikaruniai buah hati kembar tiga.
Sembari menahan sakit bekas operasi caesar Sabtu (17/11) lalu, Esti begitu sapaan akrabnya menceritakan mengenai proses kehamilannya.
Kepada wartawan, pasangan yang tinggal di Pancuran RT 1 RW 9, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) itu mengaku tidak menyangka jika anak keduanya akan kembar tiga.
Awalnya Esti tidak merasakan hal yang berbeda dengan kehamilan keduanya. Semua berjalan normal seperti kehamilan pertamanya. Esti baru mengetahui calon bayinya kembar saat usia kandungan menginjak delapan minggu.
Saat itu, dokter yang menanganinya memberitahu bahwa calon bayinya akan kembar. "Waktu itu dokter mengatakan bahwa ada dua kantung janin di rahim saya, dan saya pikir hanya akan kembar dua saja," terang Esti kepada JawaPos.com.
Semua berjalan seperti sediakala. Dan pada usia kehamilan menginjak minggu ke-12, Esti didampingi suaminya, Triyanto kembali mengontrolkan kehamilannya. Dan sebuah kejutan dari Allah didapatkannya. Saat sang dokter mengatakan, bahwa calon buah hati yang ada di kandungannya tidak hanya kembar dua, melainkan kembar tiga. "Saat mengetahui itu saya spechless, saya sangat bahagia dan tidak bisa berkata-kata lagi," urainya.
Bahkan saking terkejutnya dengan kabar ini, Esti sempat seperti orang linglung. Dirinya sempat lupa arah kiblat saat hendak melaksanakan salat. Jika biasanya menghadap ke kiblat, Esti justru menghadap ke selatan.
"Setelah mendengar kabar itu dari dokter, saya seperti orang bingung. Kan saya pulang dari periksa mampir ke musala untuk salat, saya lupa arah kiblat dan menghadap ke selatan," imbuhnya.
Esti mengaku sangat bersyukur dengan anugerah dari Allah. Meski sempat khawatir karena mengandung bayi kembar tiga, tetapi semuanya bisa berjalan lancar sampai dengan proses persalinan. "Di usia satu sampai tujuh bulan masih bisa beraktivitas normal, tapi menginjak usia 7,5 bulan sampai proses persalinan saya sudah tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Semuanya dilakukan oleh suami saya," katanya.
Setelah mengandung selama sembilan bulan, Sabtu (17/11) lalu Esti menjalani proses persalinan. Proses persalinan dilakukan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo melalui operasi cesar. Meski masuk prematur, tetapi semua bayi bisa melalui proses persalinan dalam kondisi sehat.
Dokter yang menangani ketiga bayi, dr Arie Hapsari menuturkan, dua bayi yang memiliki berat badan kurang itu karena hanya memiliki satu plasenta saja. "Ketiga bayi itu dengan dua plasenta, jadi satu plasenta untuk dua bayi. Makanya berat badannya kurang," terang Arie.
Arie memperkirakan, berat badan kedua bayi akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022