Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 November 2018 | 20.00 WIB

Potret Suram Transportasi Joglosemar

MACET: Penumpukan kendaraan terjadi di daerah Purwosari, Solo. - Image

MACET: Penumpukan kendaraan terjadi di daerah Purwosari, Solo.


Terpisah, Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Adi Didit Prasetyo mengatakan setiap tahun keberadaan transportasi umum di Jogja menurun. Selain turunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum, kondisi ini semakin diperparah dengan persaingan usaha yang muncul layanan angkutan berbasis online.


Untuk menjaga eksistensi angkutan umum ini, menurut Didit, seyogyanya perlu ada campur tangan dari pemerintah. Baru-baru ini pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini dinas perhubungan supaya ada solusi.


Usulannya yaitu bus AKDP agar bisa terkoneksi dengan layanan Trans Jogja. Baik itu AKDP dari Wonosari ke Jogja, Bantul, Sleman, maupun Kulon Progo yang menuju ke Kota Jogjakarta. "Nanti silakan dibeli layanannya per kilometer. Ini sedang berproses, kan masih membutuhkan koordinasi dan sosialisasi," ucapnya.


Data yang dimilikinya, keberadaan untuk bus khusus pariwisata ada 800 unit. Kemudian untuk taksi ada sekitar 900 armada. "Itu yang plat AB, artinya yang memang dari Jogja dan sudah terdaftar," katanya, Jumat (19/10).


Lalu untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ada sekitar 120 armada. Sedangkan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ia tak mengetahui secara pasti, hanya data di Kabupaten Gunungkidul ada sebanyak 50 armada AKDP.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore