
BANTUAN: Rumah milik Bustari yang diperbaiki pada Minggu (21/10).
JawaPos.com – Setidaknya 20 ribu rumah tak layak huni di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta masih ditempati hingga 2018. Selain bantuan dari pemerintah, dibutuhkan pula suntikan atau swadaya dari masyarakat umum untuk menuntaskannya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, rumah tak layak huni atau RTLH di wilayahnya ada sekitar 25 ribu. Namun sejauh ini sudah ada 6 ribu yang telah diperbaiki.
"Tahun ini ada 650 yang diperbaiki. Setiap tahun ada program perbaikan 500 sampai 600 unit RTLH," katanya, Minggu (21/10).
Perbaikan RTLH di wilayahnya menggunakan dana pusat yang bisa mencakup 500 unit rumah. Kemudian 150 unit memakai dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Untuk rumah yang masuk dalam kriteria RTLH, lanjutnya, dinding tembok masih memakai anyaman bambu. Kemudian lantai masih tanah, dan dilihat pula dari kondisi atapnya.
Mereka yang mendapat sasaran perbaikan dari pemerintah disuntik dana sebesar Rp 10 juta. Ketika masih kurang, maka diperlukan juga tambahan dari swadaya. "Penerima bantuan juga wajib untuk menyelesaikan perbaikan rumahnya," ucapnya.
Salah satu rumah yang belum menerima bantuan, Bustari, 70, warga Dusun Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, mengatakan, sudah puluhan tahun ia tinggal bersama keluarganya dengan kondisi rumah seadanya.
Berukuran 6x9meter dengan kondisi dinding anyaman bambu yang sudah termakan rayap. Atap rumah dari batangan bambu juga sebagian sudah rusak. "Ya tidak apa-apa, belum punya biaya untuk memperbaikinya," kata bapak 3 anak ini.
Dukuh Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Fitri Cahyanto menambahkan, di wilayahnya setidaknya ada 33 rumah yang masuk dalam RTLH. "Terus kami upayakan untuk mencari solusi, supaya mendapatkan bantuan bedah rumah," katanya.
Terpisah, Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, memperingati Hari Sumpah Pemuda 2018 ini, pihaknya melakukan gotong royong bedah rumah.
"Kami bantu warga yang masih tinggal di rumah tak layak huni, salah satunya milik Bustari ini. Kebetulan belum tersasar bantuan dari pemerintah, kami upayakan rumahnya bisa lebih baik," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022