
ILUSTRASI: Pemerintah Kabupaten Semarang menetapkan status darurat bencana kebakaran menyusul belum jinaknya api di sisi barat Gunung Merbabu.
JawaPos.com - Kebakaran yang melanda sisi barat Gunung Merbabu tak hanya berdampak pada hangusnya vegetasi di sana. Tapi juga merusak pipa saluran air untuk beberapa dusun di Kabupaten Semarang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan, situasi tersebut berdampak pada terkendalanya kebutuhan warga akan air bersih. "Ada beberapa pipa yang terbakar, sehingga kita atasi dengan dropping air bersih," katanya saat dihubungi, Selasa (17/10) malam.
Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ini, kata Heru, ditujukan untuk Dusun Nglelo dan Thekelan. "Setiap hari kita cukupi dengan satu dusun dua tangki. Sehari empat jadinya," terusnya.
Akan tetapi, ia memastikan bahwa cakupan api yang meluas tiap harinya itu belum sampai ke wilayah pemukiman warga. Bahkan masih cukup jauh, sehingga upaya evakuasi saat ini juga belum perlu.
Disinggung mengenai jumlah kerugian akibat kebakaran ini, Heru belum bisa memastikan. Pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Balai Nasional Taman Merbabu nanti. "Baru bisa saya laporkan tanaman terbakar, seperi akasia dan cemara atau apa itu. Serta sedikit tanaman warga," terangnya lagi.
Hingga hari keempat sejak api pertama kali terpantau muncul, dikatakannya, jumlah relawan yang ikut menangani kebakaran ini turut terus bertambah. Terhitung, sudah ada 300-an orang terdiri dari TNI, Polri, dan lintas komunitas.
"Sambil pakai helikopter BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dari jalur udara, pemadaman manual dilangsungkan mereka. Seperti pembuatan sekat-sekat dan pemotongan ranting supaya api tak menyebar," cetusnya.
Sebagai informasi, api di sisi barat Gunung Merbabu sebelumnya dilaporkan sudah mencapai pos 4 pendakian atau Thekelan di wilayah Kabupaten Semarang. Api sendiri pertama kali terpantau menyala pada hari Minggu (14/10) lalu.
Hingga kini belum diketahui di mana titik api muncul beserta penyebabnya. Yang jelas, jalur pendakian Gunung Merbabu via Thekelan sampai hari ini masih ditutup sejak saat itu. Selain itu, status darurat bencana juga sudah ditetapkan kemarin, Selasa (16/10).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
