
ILUSTRASI: Kurang lebih dua jam dioperasikan, upaya pemadaman api di sisi barat Gunung Merbabu via jalur udara dihentikan.
JawaPos.com - Kurang lebih dua jam dioperasikan, upaya pemadaman api di sisi barat Gunung Merbabu via jalur udara dihentikan. Alasan keamanan dan faktor cuaca diklaim menjadi penyebab utamanya.
"Baru lima kali tadi upaya pengeboman air dari udara, dari jam satu siang sampai jam tiga sore itu akhirnya kita hentikan. Karena terkendala awan tebal dan angin kencang," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto, saat dihubungi, Kamis (17/10) malam.
Awan tebal itu, lanjutnya. juga sempat berbuntut menjadi hujan. Sayangnya, air tidak turun di lokasi api atau tepatnya wilayah Kecamatan Getasan. Hanya di Kelurahan Karangjati, Bergas, Kabupaten Semarang saja, menurut Heru.
Walau begitu, Heru mengatakan bahwa upaya pemadaman menggunakan helikopter jenis M18 kiriman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lumayan efektif. "Ini tadi cukup cepat prosesnya. Sudah sekitar 50 hektare padam," sambungnya.
Dengan demikian, masih ada sekitar 350 hektare lebih lagi untuk wilayah yang masih harus diguyur air. Namun, luasan area terlalap ini berpotensi bertambah selama operasi water bombing maupun penjinakkan api manual dihentikan sementara. Khususnya saat malam hari.
"Jam setengah empat sore, relawan itu kami minta turun karena jika sudah mulai gelap, jalan terjal tidak kelihatan. Soalnya ada juga api di tebing-tebing gitu," terangnya lagi.
Pengoperasian helikopter untuk water bombing ini rencananya dilanjut besok pagi. Dengan pola pemadaman yang sama, yakni air diangkut dari Rawa Pening dan langsung diarahkan ke titik api.
Sebagai informasi, api di sisi barat Gunung Merbabu sebelumnya dilaporkan sudah mencapai pos 4 pendakian atau Thekelan di wilayah Kabupaten Semarang. Padahal sebelumnya hanya di Basecamp Thekelan-Wekas Pakis, atau antara pos 2 dan pos 4 saja.
Api sendiri pertama kali terpantau menyala pada hari Minggu (14/10) lalu. Hingga kini belum diketahui di mana titik api muncul beserta penyebabnya. Yang jelas, jalur pendakian Gunung Merbabu via Thekelan sampai hari ini masih ditutup sejak saat itu. Selain itu, status darurat bencana juga sudah ditetapkan kemarin, Selasa (16/10).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
