
TORCH RELAY: Salah satu pembawa lentera GKR Wandansari atau Gusti Moeng saat memberikan lentera kepada Wakapolda Jateng, Brigjend Ahmad Lutfi, Rabu (5/9).
JawaPos.com - Torch relay Asian Para Games baru saja digelar di Kota Solo, Rabu (5/9) sore. Ada perbedaan mencolok antara Torch Relay Asian Para Games dengan Asian Games yang sama-sama diadakan di Solo beberapa waktu lalu.
Perbedaan ini terlihat dari susunan peserta kirab dan juga kirab itu sendiri. Jika saat kirab obor Asian Games menyuguhkan obor dengan api yang menyala dan dibawa oleh peserta obor. Tetapi, jika kirab Asian Para Games bukanlah obor yang dikirab, melainkan hanya lentera api abadi.
Di dalam lentera tersebut menyala api abadi yang sebelumnya sudah diambil dari api abadi Merapen, Grobogan. Selain itu, kirab lentera Asian Para Games ini juga menghadirkan sejumlah kereta yang berisi sejumlah tamu undangan. Pemandangan ini tidak ditemukan saat kirab obor Asian Games.
Kirab Asian Para Games ini memang tidak semeriah seperti saat kirab obor Asian Games. Jika kirab obor Asian Games, ribuan siswa dihadirkan di tepi jalan untuk menyambut peserta kirab. Tetapi saat kirab lentera Asian Para Games hanya ratusan siswa yang dihadirkan di depan Balai Kota Solo.
Meski begitu, sambutan meriah diberikan oleh para siswa tersebut untuk menyambut peserta kirab lentera atau torch relay Asian Para Games.
Kirab lentera ini dimulai dari kantor National Paralympic Commite (NPC) yang ada di jalan Ir Sutami. Kemudian dibawa menuju ke Balai Kota Solo. Dalam perjalanan kirab, lentera sempat dilakukan estafet ke beberapa tokoh.
Mulai dari atlet sampai dengan para pejabat. Diantaranya duta obor Betrand Antolin, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau Gusti Moeng, Wakapolda Jateng Brigjend Ahmad Lutfi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, dan terakhir lentera diserahkan kepada Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo di depan Pendapi Gedhe Balai Kota.
Menko PMK, Puan Maharani mengungkapkan, bahwa kemeriahan perhelatan Asian Para Games memang tidak bisa disandingkan dengan Asian Games. Kendati begitu, dirinya berharap para atlet bisa tetap semangat untuk bertarung di tingkat Asia.
"Bonusnya akan sama dengan atlet Asian Games. Yang mendapatkan emas juga akan memperoleh bonus Rp 1,5 miliar, begitu pula dengan yang mendapatkan perak dan perunggu, bonusnya juga sama," urainya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
