Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Maret 2026 | 01.06 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Penetapan Idul Fitri 2026

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat toleransi di tengah perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. (ANTARA/HO-DPR) - Image

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat toleransi di tengah perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. (ANTARA/HO-DPR)

JawaPos.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat toleransi di tengah perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Menurut Puan, perbedaan waktu perayaan Idul Fitri seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan momentum untuk mempererat kebersamaan sebagai bangsa.

“Mari kita mempererat kebersamaan, dan memperkuat semangat gotong royong demi membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Puan di Jakarta, Jumat.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Puan menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam menyikapi perbedaan tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai ajang memperkuat empati sosial, khususnya terhadap kelompok yang membutuhkan.

“Di momen Idul Fitri ini, mari kita meningkatkan rasa empati kepada sesama, terutama bagi mereka yang kekurangan dan membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Puan juga menyoroti kondisi global yang tengah diliputi dinamika geopolitik dan berdampak pada stabilitas ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi tersebut, ia mendorong pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Rakyat masih terus menaruh harapan besar agar negara hadir, khususnya di saat-saat rakyat paling membutuhkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan Idul Fitri 2026 dilakukan berdasarkan hasil sidang isbat, yang mengacu pada metode rukyatul hilal. Hasil pengamatan menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga 1 Syawal ditetapkan jatuh pada 21 Maret 2026.

Dengan adanya perbedaan tersebut, berbagai pihak diharapkan tetap menjaga suasana kondusif serta mengedepankan nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore