Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Juli 2023 | 01.05 WIB

Aturan Baru Hadir Lagi, Twitter Wajibkan Persyaratan Login untuk Melihat Tweet

Ilustrasi: Platform media sosial Twitter meski dianggap konservatif masih memiliki basis pengguna yang luas. (Slate). - Image

Ilustrasi: Platform media sosial Twitter meski dianggap konservatif masih memiliki basis pengguna yang luas. (Slate).

JawaPos.com - Dalam perkembangan terakhir, Twitter telah menerapkan fitur baru yang mengharuskan pengguna masuk ke akun mereka untuk melihat tweet. Sebelumnya, siapapun bisa dengan bebas mengakses tweet tanpa perlu akun.

Perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan pengguna Twitter dan penggemar teknologi. Sayangnya, perusahaan media sosial yang sekarang dimiliki oleh Elon Musk ini belum secara resmi mengomentari pembaruan tersebut.

Sementara beberapa berspekulasi bahwa ini mungkin kesalahan sementara, yang lain percaya itu bisa menjadi langkah yang disengaja untuk mendorong lebih banyak orang untuk membuat akun di platform. Hal ini sejalan dengan ambisi Twitter belakangan ini yang berupaya memperluas basis penggunanya.

Persyaratan ini disebut sebagai strategi untuk mengubah pengamat pasif menjadi peserta aktif. Namun, perubahan ini berpotensi memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan untuk Twitter.

Dilansir dari Gizmochina, jika tweet tidak lagi dapat diakses publik, hal itu dapat memengaruhi visibilitas situs di mesin telusur seperti Google. Pada akhirnya ini justru berpotensi menyebabkan penurunan lalu lintas organik dari platform seperti Google.

Selain itu, perubahan ini telah menemui beberapa gangguan dari pengguna yang lebih menyukai kemudahan akses sebelumnya. Seperti juga rencana sebelumnya terkait pengguna gratisan yang hanya bisa melihat 600 tweet per hari, rencana ini juga bikin pengguna kesal.

Perlu dicatat bahwa keterlibatan Elon Musk baru-baru ini, meskipun bukan lagi CEO, dalam operasi Twitter dapat menjadi faktor penyebab perubahan ini. Musk sebelumnya telah menyatakan keprihatinan tentang alat Artificial Intelligence (AI) yang mencari Twitter dan mengkritik perusahaan yang menggunakan data Twitter tanpa izin.

Saat CEO baru Twitter, Linda Yaccarino, mengambil alih perannya, platform tersebut terus mengalami kesalahan teknis. Baru-baru ini, sejumlah besar pengguna menerima pemberitahuan penangguhan atas dugaan aktivitas spam, namun penyebab di balik insiden ini masih belum jelas, karena Twitter belum memberikan tanggapan resmi.

Dengan pengaruh Musk di C-suite atau di level direksi, kemungkinan perubahan kebijakan yang terjadi dengan cepat tidak dapat diabaikan. Pengenalan persyaratan login untuk melihat tweet di Twitter telah menimbulkan kekhawatiran pengguna yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan tentang arah platform di bawah kepemimpinan baru.

Karena pengguna menunggu klarifikasi lebih lanjut dari perusahaan, masih harus dilihat bagaimana perubahan ini akan memengaruhi keterlibatan dan pertumbuhan pengguna Twitter dalam beberapa bulan mendatang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore