Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 19.13 WIB

Kemenparekraf Gandeng GoTo Guna Atasi Persoalan Sampah di Tempat Wisata

Pengumuman kerja sama GoTo dan Kemenparekraf untuk mengatasi persoalan sampah di tempat wisata dihadiri langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno. - Image

Pengumuman kerja sama GoTo dan Kemenparekraf untuk mengatasi persoalan sampah di tempat wisata dihadiri langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno.

JawaPos.com - GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi penggerak dampak sebelumnya bernama Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama lewat intervensi ekonomi sirkular. Aksi nyata ini akan membantu para changemakers terpilih untuk mengimplementasikan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah di tempat wisata seperti Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba melalui
Catalyst Changemaker Ecosystem (CCE).

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), telah menetapkan target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan pengelolaan sampah dengan baik sebesar 70 persen pada tahun 2025.

Mengingat pantai dan lautan merupakan aset terbesar bagi pariwisata Indonesia yang dapat mendongkrak nilai devisa, maka pengelolaan sampah yang baik sangat dibutuhkan untuk dapat menjaga kelestarian dan daya tarik daerah wisata.

Monica Oudang, selaku Chairperson GoTo Impact Foundation menyampaikan dukungan terhadap agenda bersama yang ditetapkan pemerintah ini. Dirinya menyebut, sebagai organisasi yang didirikan oleh Grup GoTo, pihaknya mengedepankan kekuatan transformatif ‘gotong royong’ dalam melahirkan inovasi.

"GIF membangun CCE yang merupakan prototipe dari innovation ecosystem untuk memobilisasi dan menyatukan para pembuat dampak, pendanaan, pengetahuan, dan keahlian guna mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia," jelas Monica di Jakarta.

CCE berperan sebagai katalisator dalam mengatasi permasalahan sampah dengan lebih cepat, lebih besar, dan lebih berkelanjutan. Melalui CCE, GIF bekerja sama dengan Kemenparekraf RI dalam lingkup pertukaran data dan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan sampah yang menerapkan ekonomi sirkular di tiga daerah wisata.

Dalam kesempatan pengumuman kerja sama tersebut, Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Parekraf menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor ini, sejalan dengan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2018 tentang penanganan sampah laut.

“Sebagai negara kepulauan, wisata bahari merupakan salah satu aset terbesar pariwisata Indonesia. Hal ini sejalan dengan program Kemenparekraf dalam mengakselerasi dampak yang berkelanjutan bagi penyelesaian sampah di destinasi wisata Indonesia," jelas Sandiaga.

CCE sendiri berfungsi sebagai wadah kolaborasi yang melingkupi tiga kegiatan utama, yaitu Link Up, mengkolaborasikan para ahli dari berbagai sektor di sepanjang rantai nilai sampah dengan komunitas di lapangan; Sync Up, menyelaraskan para pembuat dampak dengan data dan pengembangan kapasitas untuk berinovasi bersama menghasilkan solusi hyperlocal; dan Scale Up, mengembangkan solusi inovatif guna mencapai tujuan bersama.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore