Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 16.45 WIB

5 Weton dengan Jalan Rezeki Berliku Menurut Primbon Jawa, Benarkah Harus Jatuh Bangun Sebelum Mapan?

Ilustrasi Weton (freepik) - Image

Ilustrasi Weton (freepik)

JawaPos.com - Ada orang yang sejak muda harus menghadapi berbagai persoalan sebelum akhirnya merasakan kehidupan yang lebih mapan. 

Penghasilan pernah meningkat, tetapi kemudian kembali berkurang. Pekerjaan sudah ditekuni dengan sungguh-sungguh, tetapi selalu ada ujian yang membuat seseorang harus memulai kembali.

Dalam kepercayaan primbon Jawa, perjalanan hidup seperti itu tidak selalu dimaknai sebagai pertanda seseorang kurang beruntung. 

Ada keyakinan bahwa setiap orang memiliki jalan kehidupan atau lakuning urip yang berbeda. 

Sebagian orang dipercaya memperoleh kemudahan lebih dahulu, sedangkan sebagian lainnya harus melewati jalan yang lebih panjang sebelum menemukan kestabilan.

Menariknya, terdapat sejumlah weton yang dalam sebagian penafsiran primbon Jawa dipercaya mempunyai perjalanan rezeki yang tidak selalu berjalan lurus. 

Rezeki dapat datang, pergi, kembali terbuka, lalu membawa seseorang menuju pengalaman baru. 

Jalan rezeki yang berliku juga tidak selalu berarti kesulitan tanpa akhir. 

Pengalaman menghadapi kegagalan dapat membuat seseorang semakin matang dalam mengambil keputusan, mengatur keuangan, membaca peluang, serta menentukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. 

Karena itu, istilah rezeki berliku dapat dipandang sebagai gambaran perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

5 weton berikut sering dikaitkan dengan perjalanan penuh liku tersebut dihimpun dari YouTube Kidung Primbon pada Rabu (09/09).

1. Selasa Wage

Selasa Wage menjadi weton pertama yang dalam sebagian penafsiran primbon Jawa dikaitkan dengan perjalanan rezeki yang tidak selalu datang secara langsung. Orang dengan weton ini dipercaya memiliki karakter kuat, penuh pertimbangan, dan cenderung tidak mudah menyerah ketika menghadapi keadaan sulit. Namun, hasil dari usaha yang dilakukan terkadang membutuhkan waktu sebelum benar-benar terlihat.

Peluang yang sudah berada di depan mata dapat saja belum menghasilkan sesuatu sesuai harapan. 

Pekerjaan telah dilakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi penghasilan yang diterima terasa belum sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikeluarkan. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore