Ilustrasi anak yang cerdas dan berbakat. (Freepik)
JawaPos.com – Apakah kamu anak sulung di keluarga? Atau justru anak tengah yang sering merasa jadi penengah? Atau malah bungsu yang kerap disebut manja tapi menggemaskan?
Dalam tradisi Jawa, semua itu ternyata bisa dikaitkan dengan weton kelahiran, yakni kombinasi hari lahir dan pasaran yang diyakini mampu mengungkap karakter serta peran seorang anak di dalam keluarga.
Menariknya, banyak yang percaya bahwa dari weton inilah bisa terlihat tanggung jawab anak sulung, tengah, hingga bungsu di dalam kehidupan rumah tangga.
Apa Itu Weton dan Neptu?
Bagi orang Jawa, weton bukan sekadar catatan tanggal lahir, melainkan sebuah sistem budaya yang punya makna mendalam.
Weton merupakan gabungan antara hari dalam seminggu (seperti Senin, Selasa, Rabu) dengan hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Kombinasi ini dipercaya menciptakan energi unik yang membentuk karakter seseorang.
Dalam perhitungannya, setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka yang disebut neptu.
Sinaumedia menyebut, ketika keduanya dijumlahkan, hasilnya disebut sebagai jumlah neptu weton dan angka inilah yang dianggap mampu menggambarkan sifat, watak, hingga potensi seseorang.
Weton dan Karakter Anak, Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?
Di dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton sering dipakai untuk membaca bagaimana karakter seseorang akan berkembang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022