Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 07.46 WIB

Benarkah Senyum Palsu Bisa Mengubah Mood Jadi Positif Jika Dilakukan Secara Konsisten? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan senyum palsu./Freepik

JawaPos.com – Kita semua pernah melakukannya. Tersenyum walau hati sedang tidak bahagia.

Entah saat menyapa rekan kerja, menenangkan teman, atau sekadar pura-pura baik-baik saja di depan orang lain.

Uniknya, banyak orang percaya bahwa senyum palsu justru bisa membantu memperbaiki suasana hati.

Istilah ‘fake it till you make it’ sering dipakai untuk menggambarkan hal ini. Berpura-pura bahagia sampai akhirnya benar-benar merasa lebih baik.

Namun, apakah benar tubuh kita bisa ‘ditipu’ oleh ekspresi wajah? Sains ternyata punya jawabannya.

Teori Facial Feedback, Bagaimana Wajah Bicara pada Otak

Dalam psikologi, ada teori bernama facial feedback hypothesis. News menyebut teori ini menjelaskan bahwa ekspresi wajah yang kita buat mampu memengaruhi emosi di dalam diri.

Ketika tersenyum, otot-otot wajah mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita sedang bahagia, dan otak merespons dengan memproduksi perasaan positif.

Hal ini berlaku meski senyum itu tidak tulus. Teori ini sudah lama jadi bahan perdebatan para peneliti, karena efeknya dianggap kecil.

Tetapi, penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa ada benarnya senyum bahkan yang palsu, bisa memberi sentuhan kecil pada mood kita.

Penelitian Global Membuktikan Efek Senyum Palsu

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore