
Ilustrasi orang dengan weton
JawaPos.com - Dalam Primbon Jawa, tak semua weton memiliki energi yang sama. Beberapa weton tertentu justru dikenal memiliki energi yang sangat kuat, namun sayangnya energi tersebut sering kali membawa tantangan dan ketidakberuntungan yang berulang dalam hidup para pemiliknya.
Weton-weton yang disebut ‘berenergi berat’ ini kerap mengalami berbagai masalah yang tampak sulit dihindari, sehingga membuat mereka sering terjebak dalam lingkaran kesulitan.
Artikel ini akan mengungkap misteri di balik weton-weton tersebut, mengapa energi mereka bisa begitu besar namun membawa dampak negatif, serta bagaimana cara terbaik untuk menghadapi dan mengelola energi tersebut agar hidup lebih seimbang dan lebih harmonis.
Dilansir dari kanal YouTube Makna Hidup pada Selasa (27/5), berikut merupakan 5 weton 'berenergi berat' yang kerap terjebak dalam lingkaran ketidakberuntungan.
Baca Juga: 7 Weton Ini Paling Dimanjakan oleh Rezeki dan Kemewahan yang Berlimpah, Menurut Primbon Jawa
1. Selasa Kliwon
Orang yang lahir pada weton Selasa Kliwon sering kali dipandang sebagai sosok yang memiliki aura berat.
Dalam Primbon Jawa, weton ini dipercaya membawa energi negatif yang bisa memengaruhi keharmonisan dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.
Mereka kerap dianggap sebagai sumber datangnya masalah atau kesialan, meskipun sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan hal tersebut.
Kehidupan mereka sering kali diliputi tantangan, mulai dari konflik dalam rumah tangga, perselisihan di tempat kerja, hingga kesulitan dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Karena sering dikaitkan dengan hal-hal tak mengenakkan, tidak sedikit orang yang justru menjauh dari mereka karena merasa kurang nyaman.
Stigma ini bisa membuat pemilik weton Selasa Kliwon merasa dikucilkan. Untuk itu, sangat penting bagi mereka untuk memperkuat spiritualitas dan menjaga sikap agar keberadaan mereka justru membawa kedamaian, bukan kekhawatiran.
2. Jumat Wage
Weton Jumat Wage dikenal memiliki sifat yang berubah-ubah, sulit ditebak, dan sering kali membingungkan orang lain.
Dalam kitab Primbon Jawa, watak semacam ini dipandang bisa menimbulkan ketidakstabilan dalam lingkungan sosial.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
